Ada Isu Diskriminasi, Tes Swab Diberlakukan Di Kedua Sisi Suramadu

Surabaya, Akuratnews. com – Mulai hari ini, Kamis (17/6/21), pembatasan dan tes swab massal di Jembatan Suramadu dilakukan dua arah.

Penyekatan itu, diberlakukan sudah terpaan isu diskriminasi kepada warga Madura.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan, Bangkalan dan Surabaya harus dijaga keutuhannya bersama-sama.

Untuk tersebut perlu Penyekatan dan swab di dua sisi dikerjakan guna menghindari rasa diskriminasi terhadap warga Madura.

“Inilah kebersamaan antara (pemerintah) Provinsi Jatim, Surabaya dan Bangkalan, ” tutur Eri, Rabu (16/6) malam.

Eri selalu menambahkan, pengendara dari Madura yang menuju Surabaya mau dites swab, demikian sebaliknya.

Sedangkan penyekatan di sisi Bangkalan akan dilakukan oleh Bupati. Namun tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan memberikan bantuan kalau diperlukan.

“Surabaya nanti membantu ketika dengan dari Bangkalan sudah tidak mampu, yang selain plat M (Madura, red) kita lakukan (swab, red), ” ujar Eri,

Nantinya, kata mantan Kepala Bapekko itu, petugas pembatasan dan swab antigen sejak Pemkot dan Polres Pangkalan Tanjung Perak akan dibagi dua di pintu meresap dan keluar Jembatan Suramadu.

“Tugas saya yang utama adalah membentengi Madura, menjaga dari dengan mau masuk ke Bangkalan. Itu yang kami kerjakan, ” pungkasnya.

Sementara itu, Achmad Fauzan, salah satu pengendara yang terjaring penyekatan mengaku senang tes swab sudah dilakukan di dua sisi. Apalagi swab gratis.

Ia merasa diuntungkan & tak perlu khawatir teristimewa, karena mobilitas yang tempat lakukan cukup tinggi. Di setiap dua hari sekali mondar-mandir untuk berdagang.

“Ini istri saya selalu ikut setiap hari. Alhamdulillah menguntungkan ada swab, senang diswab. Orang Madura tidak takut dengan swab, ” Ungkap Fauzan.