Awal Oktober 2021, Kota Depok Rencanakan Gelar PTM Terbatas

AKURATNEWS. COM – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas akan mulai diberlakukan di Kota Depok, Jawa Barat setelah melalui fase uji coba pada September 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok M. Thamrin mengatakan PTM terbatas mulai dilakukan setelah menunggu hasil pembahasan.

“Direncanakan pada Oktober PTM dimulai tapi menunggu pembahasan dulu. Sedang September, untuk tahapan uji coba”, kata Thamrin, Jumat, (27/8).

Thamrin menjelaskan, pada PTM terbatas nanti akan ada sejumlah aturan diantaranya, batasan jumlah siswa hanya 50 persen saja dan durasi pembelajaran dibatasi.

“Kami juga akan membuat pemetaan terlebih dahulu terkait persiapan PTM terbatas”, ujar Thamrin.

Nanti, lanjut Kadisdik, dilakukan simulasi di tiap sekolah. Simulasi bisa setiap hari atau seminggu dua kali dan sisanya dilaksanakan secara PJJ.

Untuk itu, masih kata Thamrin, baru mau bahas dengan tim satgas. Setelahnya nanti semuanya sudah lancar, tim satgas akan melakukan monitoring pada saat simulasi.

“Insya Allah Oktober akan kita laksanakan PTM terbatas”, jelasnya.

Sejumlah aturan menghadapi PTM juga telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Depok seperti, durasi jam belajar mengajar siswa selama dua jam.

Lalu tidak diperbolehkan ada jam istirahat dan kegiatan diluar dari pembelajaran di luar ruangan seperti, ekstrakurikuler serta olahraga di sekolah.

“Jadi nantinya selama dua jam berada di ruang kelas. Pelajar membawa bekal makan minum sendiri karena kantin ditutup. Membawa masker cadangan juga, ” papar Thamrin.

Sementara, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menambahkan saat ini masih dilakukan secara daring sambil menyiapkan pelaksanaan PTM terbatas.

“Direncanakan pada minggu ketiga atau empat bulan September. Saat ini sedang dilakukan penyusunan draft peraturan walikota untuk PTM terbatas”, katanya.

Dadang menyebut, terdapat beberapa hal yang diskusikan misal, apakah nanti seluruh siswa harus tervaksin atau belum karena untuk SD di bawah usia 12 tahun.

Begitu juga kapasitas ruangan. Sebelumnya sudah ada kesepakatan misalkan, 30 persen dari kapasitas ruangan kelas.

“Sehingga setiap siswa punya kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung secara terbatas. Monimal dalam seminggu ada dua kali”, ujar Dadang.

Seperti diketahui, saat ini para guru di Kota Depok sudah menjangkau kurang lebih 75 persen yang melakukan vaksinasi.

Diketahui, sebaran kasus Covid-19 di Kota Depok kini berangsur membaik. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di beberapa rumah sakit sudah mulai kosong.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok, saat ini zona merah di Depok hanya tersisa 0, 34 persen atau hanya 18 RT dari 5. 291 RT.