Data
Bansos Diperpanjang hingga Desember

Bansos Diperpanjang hingga Desember

Jakarta, Akuratnews. com – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa sandaran sosial (bansos) akan diperpanjang datang Desember dan disalurkan secara tunai non-cash.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa penanganan ini dikategorikan untuk membantu masyarakat di dalam rangka untuk menopang daya kulak yang merosot akibat Pemutusan Ikatan Kerja (PHK).

“Seperti program PKH, Kartu Sembako, diskon listrik, bansos untuk non-Jabodetabek, bansos untuk Jabodetabek, BLT Dana Dukuh, dan Kartu Prakerja ini totalnya Rp178, 9 triliun, ” perkataan Sri Mulyani seperti dipantau dibanding laman setkab, Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani menjelaskan bahwa telah diputuskan dalam rapat terbatas yaitu untuk bansos yang selama ini diberikan dalam bentuk sembako diperpanjang hingga Desember.

“Jadi untuk Jabodetabek sekarang akan datang Desember, namun mulai Juli mematok Desember manfaatnya turun dari Rp600. 000 menjadi Rpp300. 000 bola lampu bulan, ” tambah Menkeu.

Menurutnya, non-Jabodetabek juga dilakukan perpanjangan sampai dengan Desember. Namun, dari Juli hingga Desember biji manfaatnya turun dari Rp600. 000 menjadi Rp300. 000 per bulan.

Adapun Presiden Jokowi, menurut Menkeu, juga memutuskan untuk penyaluran bansos ini akan dilakukan secara tunai non-cash.

“Jadi dalam hal ini akan dilakukan transfer ke nama serta account mereka sesuai dengan bahan di Kementerian Sosial maupun kegiatan sama dengan pemerintah daerah per, ” papar Menkeu.

Untuk BLT Dana Desa, sambung Menkeu, yang sekarang juga diperpanjang hingga September, antara Juli tenggat September manfaatnya diturunkan dari Rpp600. 000 menjadi Rp300. 000 jadi total untuk BLT Desa itu akan mencapai Rp31, 8 triliun.

“Sedangkan yang tadi bansos tunai non-Jabodetabek itu totalnya menjadi Rp32, 4 triliun serta untuk bansos Jabodetabek totalnya Rp6, 8 triliun, ” kata Menkeu.

Dari data harmonis, menurut Menkeu, penerima bansos itu mayoritas adalah para petani, penjaga, dan pekebun yaitu 18, 4 juta sendiri. “Kemudian pedagang dan pekerja sektor swasta 4, dua juta, pekerja bangunan 3, 4 juta, pekerja pabrik sekitar 3, 3 juta, sopir dan pekerja sektor komunikasi 1, 3 juta, nelayan hampir 900 ribu, & sektor lainnya. Ini sudah mencakup 40% dari masyarakat, ” paparnya.