Data
Begini Respon Aktivis Bogor Soal Kisruh Kasus Joko Tjandra

Begini Respon Aktivis Bogor Soal Kisruh Kasus Joko Tjandra

Bogor, Akuratnews. com – Beberapa pekan terakhir itu nama buronan kasus Cessie Bank Bali, Joko Tjandra kadi perbincangam publik Indonesia.

Sangkaan keterlibatan salah satu petinggi Polri dalam ‘memuluskan’ langkah Joko Tjandra juga menjadi salah satu pokok menarik yang diperbincangkan sejumlah pencetus yang tergabung dalam Forum Hubungan Mahasiswa dan Pemuda (FOKAMP) Bogor, Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (INSPIRA) Cabang Bogor, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Himpunan Mahasiswa Islam dan Karang Taruna Kabupaten Enau.

Rizqi Fathul Hakim, Ketua Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Bidang Analisis Strategis & Kebijakan Publik mengucapkan, Polri harusnya menjadi lembaga yang menjadi tumpuan atau harapan asosiasi atas tegaknya hukum di Nusantara.

“Khusus dalam kasus pelarian Joko Tjandra yang diduga melibatkan petinggi Polri sangat ana sayangkan. Namun di sisi asing, kami mengapresiasi langkah cepat Bareskrim Polri dalam menyikapi kasus ini”, ungkapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Rizqi itu, Kapolri Jenderal Pol. Idham Aziz dan Kabareskrim Polri di kolong komando Komjen Pol Listyo Sigit sedikitnya memberikan warna cerah di dalam proses penegakan hukum di negeri air.

“Jenderal Idham dan Listyo Sigit memberikan warna baru dalam proses tegaknya demokrasi di republik ini. Sikap jelas dan tidak pilih kasih dalam kasus Joko Tjandra yang melibatkan oknum Polri ini tentu memberikan kedamaian bagi kami selaku aktivis. Dia tipikal jenderal muda yang tegas dan berani. Dan untuk masalah ini, kami sepenuhnya percaya dengan kinerja beliau, ” tegasnya.

Padillah Pambudi, Ketua INSPIRA Bogor juga seendapat dengan rekannya dalam memansanf kasus Joko Tjandra ini.

“Kabareskrim Polri saat ini cukup tegas dan berani. Salah satu acuan kecil bagi kami tentu keberanian Kabareskrim mencopot jabatan teman satu angkatannya yang diduga terlibat. Dan selain itu, beberapa pasal yang disangkakan kepada oknum Polri tersebut bagi kami cukuplah adil”, tandas mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu universitas swasta di Bogor ini.

Sedangkan Muhammad Adi Kurnia, Wakil Bendahara Umum Pengurus Luhur Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) berpendapat, bagaimana pun Polri zaman ini harus tetap menjaga netralitasnya.

“Keadilan di tubuh Polri itu sendiri harus ditegakkan sekalipun langit akan runtuh, ” ujar Adi.

Sementara Gusti Argani, Ketua Umum FOKAMP Bogor mengatakan, Kapolri dan Kabareskrim Polri saat ini telah membuktikan kelasnya di mata publik Indonesia.

“Tegas, berani dan demokratis. Di mata hukum semua warga negara adalah sama. Siapa pun yang bersalah harus dihukum setegasnya mungkin. Khusus dalam kejadian Joko Tjandra yang merugikan negeri hampir ini secepat mungkin kudu dituntaskan. Dan sejumlah oknum penegak hukum yang diduga terlibat menolong pelarian Joko Tjandra mesti diadili”, tuturnya.

Fungsionaris Halaman Taruna Kabupaten Bogor, Lazuardy M Pirossy menambahkan, publik berharap sempurna kepada Bareskrim Polri melakukan bersih-bersih di lingkungan Polri.

“Saya kira ini hal yang penting karena tingkat kepercayaan terbuka terhadap institusi Tri Brata hendak meningkat berkali lipat jika penuntasan kasus Joko Tjandra cepat dilakukan. Kami mendukung langkah Bareskrim Polri untuk menindak oknum-oknum yang mencoreng wajah kepolisian, ” tutupnya.