Bupati Aceh Selatan Sesalkan 3 Harimau Mati Terjerat

Aceh Selatan, Akuratnews | Bupati Aceh Selatan Tengku Amran menyesalkan kematian tiga ekor harimau Sumatera terjadi di wilayahnya, Minggu (29/8).

Amran meyakini ketiga harimau dengan ditemukan mati terlilit kala di pegunungan Desa Buboh Kecamatan Meukek pada Rabu (25/8) lalu, bukan ragam dari warganya. Ia mengisbatkan pelaku pemasang jerat itu adalah orang luar.

Keyakinan Amran tersebut beralasan karena selama ini warga Aceh Selatan dikenal sudah biasa hidup rapat dengan harimau. Konon, hubungan baik manusia dengan baginda rimba tersebut sudah terikat sejak lama.

Ikatan bathin tersebut juga dirasakan langsung oleh Tengku Amran saat masih menjadi kombatan Gerakan Aceh Lepas (GAM). Saat gerilya dalam hutan, mantan Panglima Sagoe III wilayah Aceh Daksina itu sering tertolong secara keberadaan harimau.

“Dulu saat jaman konflik Aceh, saat saya gerilya di gunung, harimau tetap selamatkan saya dan menjadi petunjuk jalan mana kurun saya tersesat, ” membuka Amran.

Maka dari itu orang nomor utama di Aceh Selatan ini meminta dengan serius pada penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kematian 3 ekor harimau Sumatera dengan terjadi di wilayahnya.

“Kita berharap pelaku pemasang jerat ini ditangkap. Saya yakin pelakunya ini adalah orang luar, karena orang Aceh Selatan tidak pernah memasang jerat sekalor, ” tegas Amran.

Sebelumnya, pada Rabu (25/8), publik dihebohkan dengan ditemukannya 3 ekor harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) mati terlilit jerat dalam kawasan hutan pegunungan Desa Buboh, Meukek.

Di hari yang serupa Balai Konservasi Sumber Daya Zona (BKSDA) Aceh dipimpin si Kepala Agus Arianto, tepat turun ke lokasi menyelenggarakan Nekropsi.

Dua hari kemudian, Jumat (27/8) Agus mengumumkan 3 akhir harimau tersebut mati sebab infeksi terlilit jerat aring (jerat babi). Ketiga pak itu terdiri atas utama ekor induk berusia 10 tahun dan 2 punggung anak berusia 10 bulan berjenis kelamin jantan serta betina.