Data
Dalam Beritakan PHK Ratusan Karyawan, Perum PPD Akhirnya Buka Suara

Dalam Beritakan PHK Ratusan Karyawan, Perum PPD Akhirnya Buka Suara

Jakarta . Akuratnews semrawut Menanggapi adanya pemberitaan yang dianggap menyudutkan terkait pemberhentian ratusan karyawannya, salah satu perusahaan Badan Jalan Milik Negara (BUMN), Perum Pengangkatan Penumpang Djakarta ( PPD) akhirnya buka pandangan.

Saat dihubungi per pesan singkat untuk mengkonfirmasi terpaut pemberitaan tersebut,   Direktur Istimewa Perum PPD Pande Putu Yasa menyatakan akan dijawab oleh Humas PPD melalui surat.

Dalam surat yang dikirim sebab Humas PPD, disampaikan bahwa PPD perlu memberikan klarifikasi dari pemberitahuan yang beredar karena berita itu tidak berimbang.

“PPD perlu memberikan klarifikasi terkait pemberitaan tersebut mengingat pemberitaan yang disampaikan tidak berimbang pada artikel yang ditayangkan, ” sebagaimana tertuang di isi surat yang diterima akuratnews. Rabu (5/8/2020).

Bagian PPD menyatakan bahwa si perakit berita tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu dan sesuai kode ideal jurnalistik, pihak PPD menyampaikan sah jawabnya.

“Tidak diberitakan secara berimbang tanpa
mengkonfirmasi kebenarannya kepada kami, manajemen Perum PPD, untuk itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta Kode Ideal Jurnalistik, bersama ini Perum PPD menggunakan HAK JAWAB untuk mengklarifikasi, ” jelasnya.

Dalam penyampaian hak jawabnya, PPD membuktikan bahwa tidak ada pemberhentian pekerja massal, yang terjadi adalah tadbir PPD mengambil langkah kebijakan perlu keberlangsungan perusahaan selama dimasa pandemi Covid-19.

“Bahwa tidak ada PHK massal yang dikerjakan oleh Perum PPD seperti dengan diberitakan, namun manajemen mengambil langkah-langkah efisiensi guna menjaga kinerja & keberlangsungan perusahaan selama masa pandemi COVID19, ” terang isi tulisan tersebut.

Kebijakan yang diambil pihak PPD salah satunya tidak memperpanjang Perjanjian Kerja Periode Tertentu (PKWT) atau Kontrak getah perca pramudi (pengemudi bus PPD) dengan telah habis masa kerjanya.

1. Mengantisipasi penurunan agenda operasi armada dalam segmen servis busway perusahaan mengambil langkah keefisienan dengan tidak memperpanjang PKWT pramudi yang sudah habis masa kerjanya menyesuaikan dengan jumlah armada yang beroperasi saat ini.
dua. Dalam pelaksanaan kebijakan pemberhentian sementara waktu terhadap pramudi yang masih memiliki sisa masa kontrak tersebut kedua belah pihak (PPD sebagai Pemberi Kerja dan Pramudi jadi Penerima Kerja) dalam penandatanganan PKWT telah sama-sama memahami klausul pengakhiran kontrak akibat keadaan kahar
sebagaimana tertuang dalam PKWT dan Peraturan Perusahaan Tahun 2020-2022 & para pramudi tersebut telah mengabulkan untuk dirumahkan sementara waktu secara
tetap diprioritaskan dalam antrian untuk pemanggilan kembali apabila ada peningkatan jumlah bus yang jalan.
3. Selain jangka zaman PKWT yang telah berakhir pemberhentian tersebut juga dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan performance yang terlibat selama bekerja di perusahaan.

Ditegaskannya, Perum PPD mengambil langkah merumahkan sementara para pramudi tersebut menyesuaikan dengan realisasi agenda operasi dan pendapatan perusahaan yang menurun karena keadaan pandemi COVID19.

“Manajemen berkomitmen untuk
mempekerjakan kembali pramudi-pramudi itu sesuai dengan kenaikan jumlah
rencana operasi armada terhitung sejak tanggal 3 Agustus 2020, dengan adanya
pemanggilan kembali secara bertahap terhadap 46 pramudi dan diharapkan akan ada pemanggilan-pemanggilan berikutnya, ”

Manajemen PPD mengharapkan kepada seluruh pramudi dengan dirumahkan sementara waktu tersebut untuk bersabar menunggu keadaan ini pulih sebagai upaya penyelamatan terhadap pekerja secara khusus dan kelangsungan kongsi. (akuratnews).