Data Terungkap, 2 Laporan Arwan Koty Dihentikan pada Periode Penyelidikan

Akuratnews. com, Jakarta – Perkara pengusaha Arwan Koty yang dilaporkan balik oleh PT Indotruck Utama terkait laporan buatan kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Daksina, Rabu (28/4/2021).

Namun sayang, persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor Bambang Prijono tersebut terpaksa harus ditunda. Pasalnya menurut Jaksa Penuntut Umum(JPU), Direktur PT Indotruck Utama tersebut tidak hadir dengan dasar sakit.

Tetapi, keterangan dari JPU itu ditepis oleh pensihat asas Arwan Koty. Sebab, selain surat keterangan sakit yang dibuat sehari sebelum wasit, juga tidak dilampirkan buatan Tes Hematologi (keterangan buatan laboratorium).

Pada persidangan, penasihat hukum Arwan Koty meminta majelis ketua untuk memerintahkan   Jaksa agar menghadirkan saksi objek Bambang Prijono Susanto Putro yang mengaku telah menjelma korban terkait laporan Arwan Koty yang dianggap informasi palsu.

Pentingnya saksi korban dihadirkan di persidangan untuk mengklarifikasi terkait laporan No. LP/B/0023/1/2020/Bareskrim agenda 13 Januari 2020.

Dihentikannya laporan No. LP/3082/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum Polda Metro Jaya dalam tahap penyelidikan, karena dianggap laporan itu palsu oleh terlapor sehingga atas dasar laporan tersebut Arwan Koty dituduh menghasilkan laporan palsu dengan Nomor: LP/B/0023/1/2020/Bareskrim tanggal 13 Januari 2020.

Dalam laporannya, Bambang Priyono beralasan bahwa Laporan itu dihentikan dalam tahap penyidikan serta mengaku telah menjadi korban. Namun faktanya, Berdasarkan tanda surat penetapan S. Tap/2447/XII/2019/Dit. Reskrimum tertanggal 31 Desember 2019 dan STap No /66/V /RES. 1. 11/2019/ Ditreskrimum tanggal 17 Mei 2019, bahwasanya kedua petunjuk Itu dihentikan pada periode penyelidikan.

Pada uraian laporan tersebut, Arwan Koty telah memesan mulia unit Excavator type EC 210D, Dikuatkan dengan adanya Perjanjian Jual Beli No. 157/PJB/ITU/JKT/VII/2017 tanggal 27 Juli 2017 dan telah dibayar lunas oleh Arwan Koty.

Saat laporannya dihentikan pada tahap Penyelidikan, Arwan Koty sempat patah hati kemudian membuat pengaduan ke Karowassidik dan Kompolnas.

Menindaklanjuti laporan Arwan Koty, Karowassidik menjelaskan Sebetulnya laporan No. LP /3082/V/ 2019/PMJ/ Ditreskrimum dapat dibuka kembali Penyelidikannya apabila ditemukannya fakta maupun bukti baru (Novum).

Terpaut persidangan dugaan upaya kriminalisasi terhadap Arwan Koty, mencuaikan penasihat hukumnya ia telah membuat surat pengaduan ke Badan pengawas Mahkamah Istimewa (BAWAS MA RI), JAMWAS RI serta Komisi Kejaksaan RI.

Rencananya juga, pihak Arwan Koty akan membuat pengaduan beserta minta perlindungan ke Komnas HAM.

“Selain Haknya yang diduga sudah dirampas, upaya membuat pengaduan tersebut agar majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara pidana terhadap kliennya dalat berjalan netral dalam menjalankan tugasnya. Sehingga persidangan dapat berjalan dengan selayaknya, “ ujar Pendi SH, kuasa hukum Arwan Koty.

Sayangya, hingga berita ini ditayangkan Jelas Prijono serta pihak pemeriksa belum dapat dimintai fakta.