Demi Anak Nia Ramadhani-Ardi Bakrie, Gannas Surati KPAI

AKURATNEWS semrawut Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) ngerasa prihatin dengan kasus narkoba yang membelit pasangan Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie.

Ketua Umum Gannas I Nyoman Tinggi Peri mengaku lebih bertarak lagi dengan nasib ketiga buah hati mereka.

“Kami melihat bagaimana momentum tertangkapnya Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie terhadap perkembangan psikis ketiga anaknya, tidak hanya hari ini namun juga ke depannya, ” ujar Adi Laku di Jakarta, Sabtu (10/7).

“Apalagi kalau proses hukum pidana yang akan dipakai untuk menjerat keduanya, ” sambung tempat.

Menurutnya, Nia dan Ardi sejatinya cuma korban. Dia bukan biang atau pengedar narkoba, jadi rehalilitasi itu wajib diberikan.

“Sudah hampir 14 tahun Gannas hidup, konsep mazhab kami pra Undang-undang Nakoba 2009 tentang rehabilitasi diberlakukan, kami telah menganut sistem tidak mengangkat adanya pemidanaan terhadap penyalahguna, pencandu dan pemakai narkotika, ” terang Adi Peristiwa.

Ditambahkan, para penyalahguna narkotika seharusnya pula diberikan hak-haknya, antara asing lewat rehabilitasi.

“Apa yang menjadi haknya secara hukum diberikan dengan adil, ” ungkapnya.

Dalam kasus Nia-Ardi, pihaknya lebih melihat dibanding sisi kepentingan anak, tiga anak mereka masih dibawah umur.

“Momentem ini menjadi satu proposal ke Komisi Perlindungan Budak Indonesia (KPAI). Kami telah kirim surat ke komisioner KPAI ibu Retno, ke Menteri Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, lalu juga ke Komang Koheri dari Komisi VIII DPR RI, ” urai Adi Peri.

Tidak hanya itu, Gannas juga menyurati Wakil Kepala DPD, H. Bustami Zainudin untuk mohon dukungan. Inti surat yang disampaikan Gannas, lanjutnya, bagaimana negara kudu proaktif mendatangi atau berkomunikasi dengan para cucu Aburizal Bakrie ini.

“Hari Senin kami ketemu dengan komisioner KPAI buat menyerahkan surat dan kita juga berharap bisa dihadirkan ke rumah Nia Ramadani dan Ardie Bakrie, ” ucap Adi Peri.

Bahkan dia bakal menyurati Polri, khususnya dengan menangani proses penyidikan di Polres Jakarta Pusat sebagaimana diatur dalam Pasal 106 huruf c Bab XIII.

“Gannas diberi kewenangan UU Narkotika buat memberikan saran dan pendirian jika dianggap perlu, untuk memperjuangkan Hak-hak Tersangka, ” tambahnya.

Tengah itu persoalan-persoalan lain terpaut dengan aspek hukum, pihaknya siap mensupport.

“Kami sudah terbiasa mengikhtiarkan hal-hal diluar bandar dan pengedar, dari sisi PP 25 Tahun 2011, Surat edaran MA, hak diskeresi Kejakasaan Agung hingga telegram rahasia Kapolri, ” katanya.

“Itu semua menjadi satu integral sejak proses, hak-hak apa dengan didapat oleh penyalahguna ataupun pemakai narkoba, ” menutup alumni Lemhannas RI PPRA 43 Tahun 2009 dengan juga Tenaga Ahli MPR/ DPR tersebut.