Data
Di Sebulan Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoax COVID-19

Di Sebulan Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoax COVID-19

Jakarta, Akuratnews. com – Direktorat Reserse Kriminal Istimewa (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya bergabung jajaran Polres hingga saat itu menangani 443 kasus tindak kejahatan berita bohong alias hoax dan ujaran kebencian.

Besar Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan 443 kasus tersebut dikumpulkan selama April dan Mei 2020 dengan pengungkapan sebanyak 14 urusan.

“Penyelidikan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Polres pada wilayah hukum Polda Metro Jaya selama April sampai Mei tersedia 443 kasus, kemudian penyidikan dan pengungkapan tindak pidana tersebut dengan sudah kita ungkap ada 14 laporan yang sudah kita membuka, ” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020).

Kemudian dari 14 kejadian yang berhasil diungkap, penyidik Kepolisian sudah menetapkan 10 orang sebagai tersangka yang saat ini cara hukumnya masih terus berjalan.

Adapun rincian laporan kejadian hoax yang ditangani baik sebab Polda Metro Jaya dan deretan Polres sebagai berikut, Polda Metro Jaya: 166 kasus, Polres Metro Jakarta Selatan: 51 kasus, Polres Metro Jakarta Barat: 36 urusan, Polres Metro Jakarta Utara: 23 kasus., Polres Metro Jakarta Timur: 1 kasus, Polres Metro Jakarta Pusat: 36 kasus, Polres Metro Depok: 25 kasus, Polres Metro Kota Bekasi: 11 kasus.

Kemudian, Polres Metro Kabupaten Bekasi: 44 kasus, Polresta Bandara Soetta: 1 kasus, Polres Metro Kota Tangerang: 17 kasus, Polres Tangerang Selatan: 8 kasus, Polres Kepulauan Seribu: 5 kasus, dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok: 19 kasus.

Yusri mengatakan, hoax tersebut disebarkan dengan memakai akun palsu di media baik dan aplikasi pesan instan WhatsApp. Selain hoax soal korona, Yusri menjelaskan para pelaku juga menyusun ujaran kebencian (hate speech) tentang pejabat hingga Presiden Joko Widodo.

Yusri kemudian memberi contoh mengenai salah satu masukan Ditreskrimsus dengan Laporan Polisi Bagian: LP/1863/III/YAN. 2. 5. / 2020/SPKTPMJ tanggal 19 Maret 2020 terkait adanya unggahan dari akun twitter dengan nama lsandilaa dengan kata-kata berita siaran langsung (breaking news) CNN Indonesia dengan keterangan “ANTISIPASI CORONA, SELURUH BUMN DKI DITUTUP” “Erick: Penutupan Berlangsung Selama 2 Minggu”.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, Anggota Subdit IV/Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berangkat ke Kota Brebes, JawaTengah, untuk melakukan penjagaan terhadap tiga orang yang masa ini masih berstatus saksi, yaitu LMS, AH dan ANA.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 28 UU ITE Juncto Pasal 45, lalu Pasal 207 dan 208 Ayat 1 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa dalam muka umum dengan ancaman aniaya bervariasi mulai dari 6-10 tahun.