Data
Diskusi Jelang Musda Ditengah Dualisme KNPI Sulsel

Diskusi Jelang Musda Ditengah Dualisme KNPI Sulsel

Sinjai, Akuratnews. com – DPD II KNPI Kabupaten Sinjai akan melaksanakan Rapimda dan Musda pada 25, 26, 27 Desember 2020 mendatang di Gedung Hotel Rofina Sinjai. Agenda utama dalam lembaga pengambilan keputusan tertinggi ini ialah untuk memilih dan menetapkan pucuk pimpinan.

Namun ditengah Panitia Rapimda maupun Musda mematangkan persiapan yang tinggal menghitung keadaan dan menggeliatnya kandidat calon ketua, DPD I KNPI Provinsi Sulawesi Selatan versi Nurkanita Maruddani Kahfi meminta penundaan Rapimda dan Musda KNPI Sinjai.

Janji itu dituangkan dalam surat bernomor 304/B/Sek/XII/2020, perihal penyampaian penundaan jadwal Rapimda dan Musda Pemuda/KNPI Sinjai berdasarkan hasil rapat pengurus harian DPD I KNPI Provinsi Sulawesi Selatan tertanggal 21 Desember 2020.

“Meminta Ketua DPD KNPI Sinjai menunda pelaksanaan Rapimda dan Musda untuk sementara waktu, karena berpotensi tidak sesuai metode organisasi. Itu poin hasil kerap pengurus harian DPD I KNPI Provinsi Sulawesi Selatan, ” ungkap Korwil KNPI Sulsel, Irfan Badri saat dikonfirmasi, Rabu (23/12/2020).

Saat ini, kata Irfan, pihaknya menunggu hasil koordinasi ulang terkait surat penundaan tersebut serta jika KNPI Sinjai tidak merespon, maka KNPI Sulsel akan melakukan langkah tegas.

Terpisah, Ketua KNPI Sinjai Satria Ramli, yang dikonfirmasi mengaku sangat menilai permintaan KNPI Sulsel versi Kanita. Namun dari itu, dirinya langgeng akan melaksanakan Rapimda dan Musda sesuai pada rencana awal, yaitu tanggal 25 sampai 27 Desember 2020 mendatang.

“Kami sangat menghargai permintaannya untuk memurukkan, namun itu tentu sudah berkelahi dengan surat sebelumnya, yang mana meminta untuk segera melaksanakan Musda di Desember tahun ini, ” ucapnya.

Menurut Pendekar, pihaknya melihat ada sikap kontradiksi dari KNPI Sulsel. Jadi pertanyaan, mekanisme organisasi apa saja dengan dilanggar?.

“Kalau terpaut undangan yang mana kami mengundang KNPI Sulsel versi Arham yang dipersoalkan, maka saya kira kurang tepat hal itu dianggap menyalahi, karena yang kami lakukan ialah aspirasi OKP dan DPK pada Sinjai, ” ungkapnya.

“Ada yang menginginkan Arham serta ada juga menginginkan Kanita, sehingga dengan mengundang keduanya tentu menjadi opsi dengan harapan kalau keduanya bisa duduk bersama di Sinjai, bisa menjadi contoh yang jalan bagi kabupaten/kota, khususnya di Sulsel. Apalagi pelaksanan Rapimda dan Musda telah kami koordinasikan kepada Tumenggung Sinjai dan beliau siap buat membuka acara Musda KNPI Sinjai ke XV ini, ” sambung Satria.

Sedang disisi lain bergulirnya waktu, Ketua KNPI Sulsel versi Arham Basmin Mattayang diketahui dan dipastikan akan menghadiri Rapimda maupun Musda KNPI Sinjai pada tanggal 25 hingga 27 Desember 2020 mendatang.

“Sejauh ini pak Arham diperkirakan hadir, sebagaimana yang dimandatkan kepada saya untuk mendampingi pelaksanaan kesibukan tersebut dan sejauh ini, Kepala KNPI Sinjai tidak melakukan penundaan Musda berdasarkan konfirmasi terakhir, ” ungkap Ketua Komisi OKK KNPI Sulsel, Imran Yusuf saat dikonfirmasi via telepon.

Sekedar diketahui, kepengurusan KNPI Sulsel mengalami dualisme antara Nur Kanita Maruddani Kahfi dan Arham Basmin Mattayang.