Ditengah Pandemi, Warga Pondok Jaya Depok Terima Ratusan Bagian Sembako

AKURATNEWS. COM kepala Warga Pondok Jaya, Cipayung Kota Depok menerima tumpuan 120 paket sembako dalam Rabu, (21/7). Bantuan itu diberikan bagi warga dengan terdampak pandemi Covid-19 dalam wilayah RT 08 RW 04 Pondok Jaya.

“Pemberian bantuan 120 paket sembako kepada warga terdampak pandemi Covid-19 sekali lalu dalam rangka hari oleh karena itu ke-9 tahun anak saya”, ucap Yanto usai berbagi bantuan sembako.

Menurut Yanto, aksi sosialnya itu juga sebagai bentuk syukur bertambahnya usia si anak yang beranjak cukup umur di masa pandemi Covid-19.

“Karena suasana pandemi dan PPKM Genting, kami mengalihkan perayaan secara pemberian bantuan kepada warga dan semoga semakin banyak yang mendoakan. “ katanya.

Proses pemberian 120 paket sembako berlangsung dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan serta dibantu Pemimpin RT dan pemuda setempat.

Ketua RT 08 RW 04 Tempat tinggal Jaya, Cipayung Depok Hary Pujianto mengapresiasi upaya yang dilakukan salah seorang warganya itu.

“Tentunya sangat bersyukur atas menemui peduli pada sesama ditengah pandemi ini dengan tumpuan yang diberikan pak Yanto kepada warga sekitar”, sekapur Hary.

Periode sulit ditengah keterbatasan pergeseran warga dalam mencari nafkah, lanjut Hary, warga tentu sangat mengharapkan bantuan daripada pemerintah.

Karenanya, masih kata Ketua RT 08, saya sangat mengapresiasi dan ucapkan terima berseloroh sebesar-besarnya kepada Pak Yanto yang juga telah berikan contoh positif untuk para-para warga khususnya di RT 08 RW 04.

Terpisah, aksi peduli pada sesama berbagi sembako mendapat tanggapan dari Kaki gunung Pondok Jaya, Cipayung Depok Mulyadi.

“Mudah-mudahan kegiatan serupa itu mampu ditiru oleh warga di wilayah RT lainnya. Namun demikian, Saya yakin rajin serupa juga sudah dikerjakan di RT lain pada Pondok Jaya”, ujarnya.

“Semoga kegiatan itu bermanfaat buat warga dengan membutuhkan”, pukasnya.

Diketahui, proses pemberian 120 paket sembako berupa padi, minyak sayur, mie instan, dan gula berlangsung dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan tubuh serta dibantu Ketua RT dan pemuda setempat.