Data
Dituduh Mencuri Uang, Bocah Berusia 8 Tahun Dianiaya

Dituduh Mencuri Uang, Bocah Berusia 8 Tahun Dianiaya

Desa Karo, Akuratnews. com – Aksi kekerasan terhadap seorang anak (TMB) terjadi di Kampung Ajijulu Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara pada Jumat 11 Desember 2020 lalu sekira pukul 11. 00 WIB.

Usai mengadukan kejadian tersebut, Ibu korban mengungkapkan, TMB dijemput menggunakan sepeda motor dan dibawa ke sebuah zaman sedang asik bermain bersama jodoh seusianya, kemudian dibawa kesebuah pertanian dan selanjutnya dipukuli dan dibenamkan kedalam drum penampungan air.

Bocah berusia 8 tarikh tersebut, tidak dapat berbuat banyak, apalagi melakukan perlawanan terhadap karakter yang sudah dewasa. Jeritan menimbulkan tolong hanya berlalu begitu selalu tanpa ada yang mendengarnya.

Ibu kandung dari budak malang tersebut juga tidak bisa berbuat banyak, hanya menangis meratapi nasibnya yang malang, karena pekerjaan sehari-harinya hanya sebagai buruh tani yang sudah ditinggal suami minus kabar berita.

Makin melihat sekujur badan anaknya tersebut lebam-lebam membiru seperti pukulan benda tumpul.

“Apalah daya saya pak, Saya hanya seorang buruh diladang untuk biaya hidup kami saja pun kadang tidak cukup, Ini anak saya dianiaya hanya karena dituduh mencuri kekayaan pelaku yang merupakan orang besar di desa kami, ” keluh Ibu korban sambil meneteskan air mata kepada sejumlah awak jalan di halaman Mapolres Tanah Karo, Senin 21 Desember 2020.

Tak senang diperlakukan serupa itu terhadap anaknya maka ibu sial ini membuat pengaduan ke Polres Tanah Karo.

Keterangan pengaduan tertuang dalam STPL Bagian: STPL/931/ XII/2020/SU/RES. T. Karo tertanggal 21 Desember 2020, ditandatangani Kanit III SPKT, Aiptu S. Ginting.

Dari STPL yang diperlihatkan kepada awak media tercatat sebagai terlapor atas nama RT (34) warga yang sama.

Tersangka diduga pelaku akan dijerat melanggar UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu no: 1 tahun 2016 mutasi kedua atas UU no: 23 tahun 2002 tentang perlindungan budak pasal 80 ayat (1).

Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH MH SIK ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ibu korban telah membuat aduan ke pihaknya.

Tengah itu, Lembaga Perlindungan anak Kabupaten Karo yang mendampingi ibu objek membuat laporan berharap agar lagak kekerasan terhadap anak ini segera dibuat menjadi terang benderang.

“Kita sangat mengharapkan pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasusnya agar menjadi terang benderang. Tanpa karena kelalaian sehingga timbul pertikaian horizontal ditengah -tengah masyarakat. Bisa saja nanti dari keluarga target emosi melihat terlapor sengan memakai bahasa sendiri, sehingga kasus itu makin melebar, ” ujar Kepala LPA Kabupaten Karo, Burhan Pandai Sembiring didampingi sekretaris, Andria Miata Sebayang.