Duh.. Lima Kasus Baru Covid-19 Kota Banjar Muncul Sebab Klaster Senam

Banjar, Akuratnews. com – Kejadian terkonfirmasi positif  Covid-19 pada kota Banjar, Jawa Barat kembali muncul. Kali itu berasal dari  klaster senam  di Kelurahan Mekarsari.

Hasil tracing tim BLUD UPTD Puskesmas Banjar 3 menemukan lima kasus baru yang berasal sejak klaster senam ini.

“Klaster senam tersebut terpapar dari salah seorang pemilik sanggar senam dengan telah menghadiri acara perjamuan pernikahan, ” ungkap dr. Sari Wahyu Ningrum, Kepala BLUD UPTD Puskesmas Banjar 3 kepada wartawan, Kamis (18/3).

Penggandaan kasus Covid-19 di Kelurahan Mekarsari dan Kelurahan Kampung yang berada di daerah penanganan Puskesmas Banjar 3 dikatakannya cukup tinggi.

Menurut dr. Sari, mayoritas berasal dari kluster pelaku perjalanan dan klaster hajatan atau kegiatan yang berkerumun.

“Dari hasil tracing, warga yang menjalankan isoman (isolasi mandiri) masih banyak yang genting dan malah beraktivitas dalam luar sehingga memaparkan ke kontak eratnya. Pengawasan dalam tingkat RT dan RW terkadang berbenturan dengan klub saat memberikan imbauan maupun edukasi, ” ucapnya.

Untuk mengantisipasi awak isoman beraktivitas keluar, Puskesmas Banjar 3 menyiasatinya secara melakukan sistem Delivery Instruksi (DO) pasokan obat bagi pasien isolasi mandiri (isoman).

“Kami membuat grup Whatsapp pantau Isoman bersama warga isoman jadi komunikasi terbina untuk memantau kesehatan pasien isoman, ” pungkasnya.

Sementara itu, hingga 17 Maret 2021, sebanyak 46 orang warga kota Banjar, dinyatakan terkonfirmasi positif virus Covid-19.

46 orang tersebut merupakan pasien positif berasal dari klaster keluarga, yang beberapa hari final meningkat secara signifikan.

Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanah air Banjar, H. Agus Nugraha mengatakan, penyebab meledaknya klaster tersebut diakibatkan beberapa ciri yang menjadikan penularan dalam lingkungan keluarga hingga gampang menyebar kepada anggota tim lainnya.

“Kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan keluarga, ” kata Agus, Rabu (17/3).

Selain itu, faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan klaster keluarga diantaranya fasilitas penunjang pasien pasti selama isolasi mandiri yang kurang mendukung.

“Bisa jadi di pada satu rumah ada utama anggota keluarga yang tentu terus isolasi mandiri serta tidak menerapkan protokol kesehatan tubuh, serta fasilitas yang lain digunakan secara bersama-sama, itu juga bisa jadi salah satu faktor penyebabnya, ” katanya.