Geliat Usaha dari Daur Kembali Sampah, Buka Lapangan Kegiatan Baru di Karawang

AKURATNEWS – Selama itu, sampah dianggap menjadi urusan memusingkan bagi masyarakat. Untuk mengurangi penumpukan, daur ulang sampah diperlukan. Selain menekan dampak pada lingkungan, juga bisa membuka lapangan kegiatan baru.

Bupati Karawang, dr Cellica Nurrachdiana meresmikan Tempat Pengolahan Kotor –  Reduce, Reuse, Recycle  (TPS3R) Baraya Runtah dalam desa Sukaluyu, Jawa Barat, Senin 12 April 2021. Dalam konferensi pers maya di hafapan wartawan, kegiatan ini juga menandai rampungnya program pengembangan tahap 1 di TPS3R tersebut, sepadan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karawang, PT Nestlé Nusantara, dan KSM Sahabat Dunia.

Dengan 3. 245 m2  lahan dengan dialokasikan oleh Perumnas Karawang, TPS3R Baraya Runtah menolok pengumpulan, pemilahan sampah beserta melakukan proses daur kembali dengan kapasitas hingga 3 ton per hari. Juga  mendukung 2. 200 keluarga dan usaha daerah pada wilayah desa Sukaluyu.

Saat ini, sampah telah menciptakan 16 lapangan kerja bagi penduduk setempat. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan sistem pemilahan serta proses sampah, perlengkapan pengerjaan residu, dan fasilitas pembantu lainnya. Sampah anorganik akan dikirim ke industri masa ulang dan sampah organik akan diolah menjadi kompos dan budidaya larva hitam.

“Sejalan secara ambisi pemerintah untuk mengurangi sampah di Indonesia sejumlah 30% dan menangani 70% sampah pada 2025, kami yakin kerjasama multipihak itu membantu mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Saya sangat mengapresiasi kerjasama PT Nestlé Indonesia, KSM Saudara Lingkungan dan Pemkab Karawang dan yakin TPS3R Baraya Runtah dapat menjadi sentral pembelajaran pengelolaan sampah yang terintegrasi dan sesuai haluan, ” ujar  dr. Cellica Nurrachdiana, Bupati Karawang.

Sebagai kelanjutan kerjasama tersebut, Karawang dan PT Nestlé Indonesia menandatangani Bon Kesepakatan untuk memperkuat upaya penanganan sampah di Kabupaten Karawang melalui program pengembangan fasilitas dan komunitas dalam 10 TPS3R yang didirikan oleh Kementerian PUPR. Kalender Pengembangan di 10 sarana TPS3R akan memungkinkan TPS3R melayani hingga 3. 000 rumah tangga di Kabupaten Karawang dengan kapasitas 5 ton per hari.

Kondisi ini kesudahannya membantu mengurangi pengiriman kotor ke TPA dan kebocoran sampah ke laut. Proyek ini juga membuka 50 lapangan kerja untuk warga setempat.

Dr. Novrizal Tahar, Direktur Tata Sampah, Kementerian Lingkungan Tumbuh dan Kehutanan  menyatakan “Sejalan dengan ambisi pemerintah buat mengurangi sampah, pembentukan sepuluh TPS3R di wilayah Karawang juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar. ”