Ingat Kusta, Permata Sinjai Menyelenggarakan Workshop Sensitasi Bagi Stakholder

AKURATNEWS – Perhimpunan Mandiri Kusta Indonesia (Permata) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menggelar Workshop Sensitasi Bagi Stakeholder tentang Penyakit Taiko di Aula Wisma Sanjaya Sinjai.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Permata Sulsel dan Dedikasi Tjipta Indonesia (DTI) yang didukung oleh Sasakawa Health Foundation ini, dibuka Sekretaris Dinas Koperasi UKM serta Tenaga Kerja (Diskopnaker) Kabupaten Sinjai, Sabir Syur.

Sabir mengatakan kalau setiap warga negara mempunyai mendapatkan pekerjaan dan pemeliharaan yang layak. Terlebih untuk mereka yang telah menemui penyakit kusta atau penyandang disibilitas.

Dibutuhkan peran serta dan pemahaman mendalam bagi para stakeholder untuk membantu, agar itu jauh dari stigma segregasi ditengah-tengah masyarakat.

“Kusta ini tak cuma difokuskan pada persoalan medis, dalam hal ini jawatan kesehatan. Namun diluar itu, butuh peran serta kita semua terutama dalam permasalahan sosial kemasyarakatan, sehingga mereka turut mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak, ” ungkapnya.

Olehnya itu, mantan Kabag Humas Setdakab Sinjai ini meminta, melalui kegiatan tersebut dapat melahirkan solusi dan afeksi dari pengambil kebijakan.

“Kedepan, kami selaku instansi yang menaungi ketenagakerjaan akan mendorong dan menolong, agar orang yang pernah mengalami kusta bisa memperoleh keterampilan kerja, baik tersebut dalam berwirausaha maupun yang lain, ” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sinjai melalui Kepala Bagian Pengendalian Penyakit Menular, H. Hamzah mengatakan bahwa penyakit kusta merupakan penyakit menular yang bisa diobati.

Meski menular, prawacana Hamzah, namun penularannya tidak seperti penyakit lain dalam umumnya. Kusta butuh periode lama. Sebaliknya bagi penderita yang sudah sembuh bisa bergaul dengan siapa sekadar dan hal inilah dengan perlu pemahaman ditengah-tengah kelompok.

Hamzah serupa mengaku bahwa Dinas Kesehatan tubuh Sinjai sejak 2020 had Juli 2021 menemukan 44 kasus penderita kusta, dengan tersebar dibeberapa kecamatan. Walaupun demikian, dari kasus itu sudah terobati dan sebagian dinyatakan sembuh.

“Semoga kita yang tampil disini memberikan sumbangsih fikrah yang kedepannya tak cuma ditangani dinas kesehatan, memperbedakan peran serta kita bersama, agar penanganannya tidak sudah diskriminasi, ” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Batu Sinjai, A. Firdaus menggambarkan beberapa program kerja yang telah dilakukan bersama Biro Kesehatan Sinjai.

“Pendataan warga penderita kusta, bakti sosial pembagian sembako dan lainnya adalah program kerja yang telah awak lakukan. Semoga melalui kegiatan ini, program-program kedepannya mampu terus disinergikan dengan jalan ruang lingkup dari orang-orang yang pernah mengalami atau sembuh dari kusta tidak terbatas ditengah masyarakat, ” harapnya.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Ketua Permata Sulsel Yulianti, perwakilan DTI, perwakilan bervariasi OPD Sinjai, Pemerhati Permata Sinjai, dan insan pers.