Komnas Perlindungan Anak Meminta Dengan Hormat Agar BPOM Menyerahkan Pelabelan

Jakarta, Akuratnews. com- Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait hingga kini tetap menyerahkan perhatian khusus terhadap kesehatan bayi, balita dan janin yang terdapat pada pokok hamil.

Arist berharap bayi, balita serta janin pada ibu hamil, yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia, dapat muncul kembang dengan sehat dan cerdas. Itu sebabnya, terpaut dengan bahaya Bisphenol A yang terdapat pada kemasan plastik maupun alat pesolek, segala hal yang bersentuhan langsung dengan bayi serta balita harus diberi pelabelan.

“Berkaitan dengan BPA (Bisphenol A) Komnas Perlindungan Anak, dengan takzim meminta kepada Badan POM, agar jelas (mencantumkan) pelabelan yang menyangkut bahan (kemasan plastik) yang mengandung BPA.   Masyarakat harus pada edukasi dan transparan, buat mendapatkan informasi bahwa ada kandungan berbahaya yang harus dicermati dan dihindari oleh bayi, balita dan ibu hamil dalam kemasan plastik yang mengandung BPA” mengatur Arist Merdeka Sirait dalam Jumat, 9 Juli 2021 saat ditemui di Biro Komnas Perlindungan Anak jalan TB Simatupang no 33 Pasar Rebo Jakarta Timur.

Agaknya Pemimpin Komnas Perlindungan Anak tidak akan berhenti meminta kepada Badan POM untuk menyampaikan label peringatan konsumen di kemasan plastik makanan ataupun minuman yang mengandung BPA.

Sebelumya, Arist bicara secara tegas kalau bahaya BPA yang ditimbulkannya pun tidak sederhana. Bisa mengakibatkan kanker, dan usikan otak.

Bayi, balita dan janin ialah kelompok usia yang rentan akan paparan BPA. Tak ada batas toleransi untuk mereka, benar harus selamat BPA atau zero toleransi BPA.

Nah kemungkinan yang paling gede terkena paparan BPA merupakan melalui galon guna ulang saat membuat susu, sasaran bayi atau minum. Karena air minum adalah salah satu kebutuhan utama yang dikonsumsi oleh bayi, balita & ibu hamil.

Itu sebabnya alangkah bijaknya kalau pelabelan segera diberikan kepada galon guna kembali, demi kesehatan masa depan generasi Indonesia.

Permintaan labelisasi peringatan konsumen yang diajukan oleh Komnas Perlindungan Anak ini kepada Bpom adalah permintaan yang wajar, dan sebenarnya peraturan label peringatan terhadap produk makanan dan minuman dengan perlu dicermati oleh masyarakat telah diatur di dalam Per BPOM no. 31 tahun 2018 tentang Sebutan Pangan Olahan, yang isinya adalah sebagai berikut:

1. Peringatan terkait pemanis buatan
tetap dicantumkan tulisan ”Mengandung pemanis buatan, disarankan tidak dikonsumsi oleh anak di kolong 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui”.

2. Peringatan jika produk pangan jalan produksi nya bersinggungan dengan bahan yang bersumber sebab babi wajib mencantumkan: “Pada proses pembuatannya bersinggungan dan/atau menggunakan fasilitas bersama dengan bahan bersumber babi”

3. Peringatan mengenai alergen, pada produk dengan mengandung bahan yang sanggup mengakibatkan alergi terhadap konsumen tertentu. Keterangan tentang Pangan Olahan yang mengandung Alergen wajib dicantumkan bahan alergen dalam daftar bahan dengan tulisan yang dicetak nyata “Mengandung alergen, lihat jadwal bahan yang dicetak tebal”

4. Peringatan pada label minuman alkohol, pangan yang mengandung alkohol wajib mencantumkan kadar alkoholnya.

5. Peringatan pada label produk susu
Pada Label produk susu harus dicantumkan keterangan berupa tulisan “Perhatikan!, gubahan “Tidak untuk
mewakili Air Susu Ibu” & tulisan “Tidak Cocok buat Bayi sampai usia 12 bulan”.
Untuk Susu Kental Manis: “Perhatikan!, tulisan “Tidak untuk menggantikan Minuman Susu Ibu”, tulisan “Tidak Cocok untuk Bayi sampai usia 12 bulan”, & tulisan “Tidak dapat dimanfaatkan sebagai satu-satunya sumber

“Komnas Perlindungan Budak hanya ingin kemasan makanan dan minuman yang memakai kemasan plastik dengan kode No. 7 yang mengandung BPA, ya diberikan sebutan peringatan konsumen juga. Susunan Per BPOM no. 31 tahun 2018 tentang Sebutan Pangan Olahan dilengkapi secara poin Label peringatan BPA terhadap konsumen seperti kalimat, Kemasan plastik ini mengandung BPA, produknya tidak tepat dikonsumsi oleh bayi, balita dan ibu hamil” pungkas Arist Merdeka Sirait.