Data
Mahfud MD: Tak Ada yang Membendung Nonton Film G30S PKI

Mahfud MD: Tak Ada yang Membendung Nonton Film G30S PKI

Jakarta, Akuratnews. com – Menteri Koordinator Dunia Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan tidak tersedia pihak yang melarang menonton ataupun menayangkannya di televisi, ia mengaku heran pemutaran film Pengkhianatan Putaran 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) kembali diributkan.

“Mengapa soal pemutaran film Pengkhianatan G 30 S/PKI diributkan? Tidak tersedia yang melarang nonton atau menayangkan di televisi, ” ujar Mahfud lewat akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, dikutip Minggu (27/9).

Menurut Mahfud, siapapun sebenarnya mampu menonton film tersebut kapan sekadar, tak harus menunggu setiap kamar September. Menurutnya, itu karena sudah ada yang mengunggahnya di Youtube. Mahfud mengaku, dia baru saja menonton film tersebut di kian.

“Semalam saya nonton lagi di Youtube. Dulu Menpen Yunus Yosfiyah juga tak melarang, tapi tidak mewajibkan, ” sirih mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Mahfud sebelumnya telah mengaku selalu menonton hidup Pengkhianatan G30S/PKI. Mahfud beralasan, hidup tersebut selalu ia tonton sebab film tersebut bagus secara manis dan dramatisasinya.

“Ada yang nanya, apa penting film G30S/PKI disiarkan? Saya jawab, hamba selalu nonton film tersebut tapi bukan ingin tahu atau membuktikan tentang sejarah PKI, ” ujar Mahfud melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, dikutip Kamis (24/9).

Masih dalam satu cuitan yang sama Mahfud mengatakan, alasannya selalu menonton film tersebut sebab film tersebut bagus secara memesona dan dramatisasinya. Terkait sejarah PKI, Mahfud mengaku sudah tahu karena pada 1965 dia sudah berumur delapan tahun.

“Saya selalu nonton karena ia merupakan karya film yang bagus manis dan dramatisasinya. Kalau sejarah PKI sih saya sudah tahu sebab tahun 1965 saya sudah delapan tahun, ” katanya.

Film G30S/PKI kembali menjadi perbincangan. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) periode 2015-2017, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengisahkan mengapa ia dicopot dari jabatannya di penghujung 2017. Padahal, ia harusnya masih berkarier di TNI sampai masa pensiun akhir Maret 2018.

Secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR agar digantikan Kepala Staf Angkatan Hawa (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Pun mutasi terakhir yang diteken Gatot akhirnya dibatalkan oleh Hadi.

Menurut Gatot, penggantian kondisi pucuk pimpinan TNI terjadi pokok ia bersikukuh menginstruksikan seluruh banjaran TNI untuk memutar atau menonton film G30S/PKI pada 2017. Kesimpulan Gatot kala itu memang mengagetkan banyak pihak.

“Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, beta sebuat saja PDIP. ‘Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak, nyata Pak Gatot akan diganti’. Kami bilang apresiasi, justru saya udara karena ini adalah benar-benar kritis. Dan benar-benar saya diganti, ” kata Gatot di akun channel Youtube Hersubeno Arief.

Gatot mengaku, kemungkinan bangkitnya PKI di Indonesia bukan sebuah kejadian yang tidak mungkin. Dia menyidik, PKI gaya baru bangkit semenjak 2008 ketika seluruh mata kajian di sekolah menghapuskan sejarah kelam tentang peristiwa G30S/PKI.

Menurut dia, hal itu menunjukkan memang gerakan tersebut tidak bisa dilihat bentuknya, tapi dapat dirasakan. Karena itu, Gatot sejak menjabat sebagai Panglima Kostrad pada 2013-2014 kerap mengisi kuliah umum di berbagai kampus untuk melawan gerakan PKI gaya baru.