Mahfum di Urusan Lobster, Keterangan Effendi Gazali Direkrut Edhy Prabowo

Jakarta, Akuratnews. com – Alasan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo merekrut Effendi Gazali sebagai penasehatnya mulai terungkap. Ini sekaligus menjawab tanya hakim peristiwa kualifikasi Effendi Gazali. Sebab, Effendi adalah Pakar hubungan politik.

Kepada wartawan, Effendi mengatakan, dengan melatar belakangi Edhy Prabowo merekrut dirinya sebagai penasehat adalah pengalamannya di negeri kelautan dan perikanan.

“Saya itu sejak 20 tahun lalu sudah budidaya kerapu, sidat, Panitia KOI Nasional. Lalu aku juga sudah melakukan penelitian soal lobster ke Cina, Jepang, Australia, dan Vietnam, ” kata Effendi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Maret 2021.

Sementara fungsinya, kata Effendi, untuk membantu Edhy Prabowo berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan. Tujuannya, agar KKP di bawah Edhy Prabowo tidak salah langkah.

“Di KKP periode itu dibutuhkan komunikasi secara stakeholder. Saya dengan Prof Bachtiar Ali diangkat untuk (menjadi) komisi komunikasi dengan pemangku kepentingan, ” pungkasnya.

Pada konvensi 3 Februari 2021 berserakan, dalam sidang kasus ekspor benih lobster dengan tersangka Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito, hakim menanyakan sapa penasihat di KKP.

Mantan Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Zulficar Mochtar yang menjadi saksi zaman itu mengatakan, penasihat yang mendalami hal-hal seperti itu adalah Bayu Priyambodo, Prof Rokhmin Dahuri mantan gajah sekaligus koordinator penasihat, dan Effendi Gazali.

Menurut Zulficar, Effendi rajin menjadi penasihat dan dikenal memiliki pengalaman budidaya. Hakim kemudian kembali bertanya melanggar bidang yang menjadi kejuruan Effendi.

“Dia ahli komunikasi setahu hamba tidak ada pembahasan perikanan di situ kan? ” tanya hakim Albertus teristimewa.

“Nanti tinggal diklarifikasi, Yang Mulia, ” jawab Zulficar.

“Tidak usah diklarifikasi, saya profiling kok jadi sapa yang bisa benar-benar disebut ahli? ” tanya ketua Albertus.

“Yang betul-betul ahli ada Pak Bayu Priyambodo, ” cakap Zulficar. *