Data
Memahami Ekonomi Neoliberalisme

Memahami Ekonomi Neoliberalisme

Akuratnews. com – Berbahasa tentang konsep neoliberalisme, nah rencana neoliberalisme itu berangkat dari rencana yg dari dulu pernah tersedia yakni liberalisme, ini adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal. Neoliberalisme adalah sebuah upaya untuk mengoreksi kelemahan yang ada dalam Liberalisme.
Munculnya nama ini berkaitan dengan lahirnya spirit baru terhadap paham-paham Liberalisme.

Pengertian Neoliberalisme

Neoliberalisme secara lurus terdiri dari Neo dan liberalisme yang berarti liberalisme baru ataupun liberalisme gaya baru. ini adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal. Jadi Neoliberalisme merupakan sebuah upaya untuk mengoreksi kelemahan yang terdapat dalam liberalisme.
Dalam bukunya  ‘A Brief History of Neoliberalism, ’  David Harvey (2005), mengatakan, neoliberalisme adalah simpulan yang menekankan jaminan terhadap independensi dan kebebasan individu melalui pasar bebas, perdagangan bebas, dan kredit terhadap sistem kepemilikan pribadi.

Sejarah Singkat Neoliberalisme

‌Neoliberalisme menyembul setelah perang dunia 1, Mula mulanya aliran ekonomi liberal tiba terkenal di Eropa saat Umat Smith dan beberapa orang lainnya menganjurkan penghapusan campur tangan pemerintah dalam urusan ekonomi. Kata mereka perdagangan bebas adalah cara ulung agar ekonomi sebuah negara bisa berkembang, ide semacam ini dikenal liberal karena bebas tdk ada kontrol sama sekali, Setelah dalam praktekkan di Amerika pada 1800-1900 yg mana pasar ekonomi di dalam saat itu tidak menuai lulus.

Ketika itu di tahun 1930, perekonomian dunia terjerambat ke dalam depresi besar, keyakinan terhadap sistem ekonomi pasar terbuka merosot drastis, depresi terjadi dimana-mana karna banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan menyebabkan banyak pekerja menganggur, sehingga memunculkan kritik dalam liberalisme. Dimasa itu Amerika sempat makmur dgn menjalankan kebijakan ekonomi ala Keynes yg berpendapat kalau pemerintah seharusnya terlibat dalam ekonomi,, akan tetapi terjadi lagi gawat ekonomi, Kelemahan ekonomi liberalisme tersebut yang kemudian disadari maka mewujudkan pakar ekonom Jerman yang dimotori oleh Rustow dan Eucken melangsungkan perubahan terhadap konsep ekonomi pasar, dimana gagasan kedua tokoh ini dibawah ke Chicago untuk dikembangkan lebih mendalam oleh Ropke, Simon, dan Friedman yang menjadi asal usul terbentuknya kerangka konsep ekonomi Neoliberalisme. Dalam penerapannya, sebelum tersebut konsep ekonomi neoliberalisme kalah di adu gagasan dengan konsep ekonomi negara kesejahteraan yang digagas sebab John Maynard Keynes dalam Konvensi Moneter dan Keuangan Internasional dengan digagas oleh PBB di Bretton Woods, AS pada tahun 1194 yang bertujuan untuk mencari penyelesaian terhadap kerentanan perekonomian dunia.
Namun, pada awal tahun 1980-an Neoliberalisme mulai mengambil alih kerangka ekonomi dunia, dengan ditandainya Reagen sebagai presiden AS dan perdana menteri Inggris Teacher terangkat dalam tahun yang sama. As mengabulkan pengurangan subsidi kesehatan, Dan Inggris melakukan privatisasi BUMN secara massal.

Momentum emasnya terjadi pada akhir tahun 1980an secara terjadinya krisis moneter secara menggembung di Amerika latin. Departemen keuangan AS bekerja sama dengan IMF dan Bank Dunia merumuskan rancangan ekonomi neoliberalisme dalam paket kebijakan konsensus Washington.
Dengan pokok kebijakannya yaitu:

1. Pelaksanaan kebijakan anggaran ketat (salah satunya penghapusan subsidi)
dua. Liberalisasi Sektor keuangan dan sektor perdagangan.
3. Privatisasi BUMN
(Stigliz, 2002 dijelaskan di dalam buku revrisond Baswir Bahaya Neoliberalisme)
Dalam paket ini sanggup kita analisa bahwa Indonesia zaman ini telah berada dalam cengkraman Neoliberalisme.

Deraian Neoliberalisme

Tersedia dua jenis aliran teori neoliberalisme yang berkembang.
1. Mazhab neoliberalisme Mazhab Freiburg dan
2. Neoliberalisme kelompok MPS

Aliran pertama yaitu Ordo Liberal

Ordo ini dikembangkan oleh para-para pakar dalam Mazhab Freiburg dalam akhir abad ke 20.
para pakar ekonomi politik tersebut yaitu Wilhelm Ropke, Walter Eucken, Franz Bohm, Alexander Rustow, dan Alfred Muller-Armack. Mereka mulai mengembangkan gagasan ekonomi ini pada tahun 1928.

Sistem Neoliberalisme yang diusung Mazhab Freiburg ini, Konsepnya berupa sistem ekonomi lepas yang dijaga oleh berbagai regulasi pemerintah. Aliran ini disebut “ekonomi pasar sosial” diciptakan untuk menghalangi konsentrasi kekuasaan ekonomi yang biasanya terjadi.

Cucuran Kedua, yaitu Neoliberalisme kelompok MPS

Dimulai kala tahun 1947, oleh Friedrich August Von Hayek. Para pakar tersebut diantaranya Milton Friedman, George Stigler, Karl Popper, Lionel Robbins, Wilhelm Röpke, Ludwig von Mises, Michael Polanyi, Salvador di Madariga mengikuti Walter Euchen.

Arah mereka adalah untuk mempromosikan liberalisme ke suluruh dunia. Selanjutnya, itu tergabung dalam kelompok pendukung neoliberalisme yang dinamakan “The Mont Pelerin Society” atau MPS. Kelompok tersebut menjabarkan neoliberalisme sebagai sebuah prinsip, dengan misi menyingkirkan peran pemerintah dalam segala urusan ekonomi serta menyerahkan urusan tersebut pada metode pasar.
aliran yang ke-2 ini memiliki pandangan yang berbeda dari yang sebelumnya.
prinsip ini lebih dikenal sebagai cucuran yang bertujuan untuk mengurangi campur tangan negara dalam ekonomi. Itu menginginkan politik dan negara dilepaskan dari urusan ekonomi dan dibiarkan hanya pasar yang menjalankan sistem ekonomi dengan sendirinya.

Tujuan Utama Neoliberalisme

Tujuan utama ekonomi Neoliberalisme diantaranya yaitu:
1.   Pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar.
2.   Kepemilikan pribadi terhadap faktor-faktor produksi diakui.
3.   Pembentukan harga rekan bukanlah sesuatu yang alami, melainkan hasil dari penertiban pasar dengan dilakukan oleh negara melalui penerbitan undang-undang.

Point-Point Penting dari Neoliberalisme

Point-Point penting dari Neoliberalisme yang penting untuk dipahami yakni:
1. Pasar sebagai penguasa.
2. Pemotongan belanja negeri untuk pelayanan publik.
3. Deregulasi.
4. Privatisasi.
5. Penghapusan konsep kepentingan umum atau komunitas dan menggantinya dgn tanggung jawab individu.

*Penulis adalah: Kader PMII Rayon FEBI UINAM Cabang Makassar, Mahasiswa S1 Semester 5 Program Menuntut Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar