Data
Membalas Pranowo Usulkan Agar Pemerintah Mengayau 50% Pendapatan ASN

Membalas Pranowo Usulkan Agar Pemerintah Mengayau 50% Pendapatan ASN

Jakarta, Akuratnews. com –Dampak Corona Virus Disease 2019 (COVID -19) pada sektor ekonomi langsung meluas, Gubernur Jawa Tengah Membalas Pranowo akhirnya menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat agar, memotong pendapatan aparatur sipil negara ( ASN ) sebesar 50% untuk membantu masyarakat tidak mampu.

Usulan itu disampaikan Ganjar saat mengikuti rapat virtual Musyawarah Jadwal Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2021, Kamis ( 30/4/2020 ).

Rapat virtual Musrenbangnas tarikh 2021 tersebut dipimpin oleh presiden Presiden Joko Widodo, dihadiri Pengantara Presiden Ma’ruf Amin, jajaran gajah kabinet dan sejumlah kepala wilayah di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, Ganjar menganjurkan pemotongan pendapatan aparatur sipil negara (ASN) sebanyak 50% dari total pendapatan para pegawai yang telah menapaki golongan III ke pada.

“Saya minta ke pemerintah pusat, agar secara nasional tolong diperhitungkan. Seluruh pegawai kita minimal yang grade-nya di untuk atau sudah menduduki jabatan, pendapatannya dipotong 50%. Pendapatan lho, bukan gaji, ” kata Ganjar.

Menurut Ganjar Pranowo, pengeratan pendapatan ASN tersebut sangat penting dilaksanakan untuk menunjukkan sensitivitas pegawai pemerintahan kepada masyarakat, ” Mengingat saat ini, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan akibat terdampak COVID-19, ” ucapnya.

“Para buruh di-PHK, pekerja informal tidak bisa bekerja dan banyak teristimewa masyarakat yang mengalami kesulitan tumbuh akibat wabah pandemi ini. Mari kita ikut peduli, bahwa kita saat ini semua sedang di dalam masa kesulitan, ” katanya.

Pemotongan pendapatan ASN di tengah pandemi COVID-19 seperti zaman ini, lanjut Ganjar, dapat menolong meringankan beban negara. Apalagi kondisi ekonomi Indonesia masih belum menentu tahun depan. Semuanya masih rencana dan tidak dapat diperhitungkan.

“Gambarannya masih buram, ekonomi kita masih buram. Maka kalau itu (gaji ASN) bisa dipotong minimum 50%, akan bisa menunjukkan sensitivitas dan anggarannya bisa dialokasikan untuk me-rescue masyarakat kecil dengan saat ini sangat membutuhkan, ” katanya.

Ganjar menetapkan, usulan itu tidak diperuntukkan bagi seluruh ASN di Indonesia. Itu para ASN yang ada di golongan I atau II, harus tetap diberikan pendapatannya secara utuh. “Yang harus dipotong saya kira yang sudah golongan III ke atas, apalagi mereka yang telah menempati jabatan penting. Saya mengambil usulan ini benar-benar dipertimbangkan supaya secara nasional kita aware terhadap persoalan ini, ” kata Gubernur Jawa Tengah itu.

Selanjutnya Info menarik di Data HK