Membuat Aksi, Aliansi Mahasiswa IAIN Kudus Protes UKT Garib

AKURATNEWS – Mahasiswa Institut Agama Islam Daerah (IAIN) Kudus menggelar aktivitas demo di halaman gedung rektorat. Aksi unjuk menikmati ini buntut kekecewaan berasaskan mahalnya biaya uang belajar tunggal (UKT). Senin, 12 Juli 2021.

Terlihat massa aksi mengibarkan spanduk yang bernada keluhan dan protes terhadap kebijakan kampus yang dirasa tidak memuaskan mahasiswa. Sebab, bertolak belakang dengan fasilitas yang diberikan oleh kampus.

Spanduk-spanduk tersebut dipasang pada sejumlah titik strategis kira-kira kampus. Selain itu, sebanyak mahasiswa terlihat mengekpresikan mengecap keberatan akan kebijakan UKT dengan aksi teatrikal didepan spanduk-spanduk yang dipasang.

Aksi yang menduduki teras rektorat tersebut, tampak sejumlah satuan pengamanan beserta aparat TNI dan Polri yang berjaga mengingat suasana sekarang masih dalam masa PPKM darurat.

Kebijakan tersebut dirasa menindas Mahasiswa dimasa sulit seperti ini. Hal tersebut mendatangkan massa aksi menyerukan tindakan #UKTIAINMahal agar pihak rektorat mengkabulkan tuntutan massa gerak-gerik.

Selain menuntut keringanaan UKT, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa juga menyesalkan pemberitahuan pembayaran UKT yang terkesan mendadak.

Koordinator ijmal 2 Naili Rizki, banyaknya keluhan mahasiswa terkait mahalnya UKT dan menjadi kausa adanya gerakan ini untuk menggunakan hak demokrasi dalam menyuarakan pendapat mahasiswa.

“Gerakan ini dimulai dengan blokade spanduk bernada protes, diantaranya bertulisakan #UKTIAINKUDUSMAHAL, ” Ujarnya

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DEMA IAIN Kudus Irham Munhamir berharap pihak rektorat semakin terbuka dengan niat mahasiswa serta point syarat bisa terealisasikan.

“Alhamdulillah berjalan dengan mampu, kondusif dan juga mematuhi protokoler yang ada, jalan besar dari gerakan asosiasi mahasiswa IAIN Kudus ini dari pihak birokrasi semakin terbuka dalam hal yg bersangkutan dengan mahasiswa dan point tuntutan bisa terealisasikan benar, ” Harapnya

Para mahasiswa mengantarkan enam tuntutan yakni transparansi UKT bagi mahasiswa tentara 2018-2021, menyoal Surat Informasi Pengumuman Nomor 2795/IN. 37/R3/07. 2021 tentang pengajuan permohonan keringanan atau perpanjangan pembayaran UKT bagi Mahasiswa Tahun Akademik 2021/2022, dan menuntut potongan UKT 25 obat jerih tanpa syarat dan angsuran dengan skema tiga kali pembayaran.

Mahasiswa juga menuntut penuntut pengeratan UKT bagi mahasiswa semester 9-14, transparansi anggaran disemua lini dan sektor, & perbaikan sistem akademik/pembelajaran mahasiswa.

Menanggapi peristiwa itu, Rektor IAIN Suci Mundzakir sepakat memberi sambungan dan keringanan waktu maka 25 Juli mendatang.

“Biaya-biaya ini awak hitung mempertimbangkan banyak bagian dan harus sepersetujuan Departemen Agama. Jadi tidak sepihak, ” Tandasnya

Masih dalam penjelasanya, Mundzakir mengupayakan tahun depan mau diusulkan keringan UKT ditambah hingga 20 persen. ***