Data
Menyambut HUT Bhayangkara 74, Kabaharkam Polri: Teruslah Berbuat Baik

Menyambut HUT Bhayangkara 74, Kabaharkam Polri: Teruslah Berbuat Baik

Jakarta, Akuratnews. com – Persepsi kepercayaan masyarakat pada Polri memang kerap naik turun. Namun naiknya susah, turunnya mungkin. Sedikit saja anggota Polri berbuat salah, persepsinya di mata asosiasi langsung terjun bebas.

“Kita berbuat baik saja belum tentu masyarakat menerima kita, makin kita tidak berbuat baik. Tetapi percayalah, kebaikan itu datangnya daripada Yang Maha Kuasa. Jadi, kerjakan kebaikan saja untuk masyarakat, ” kata Kepala Badan Pemelihara Ketenteraman (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, Jumat, 19 Juni 2020.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989 itu menujukan pernyataan tersebut kepada jajaran Baharkam Polri untuk senantiasa berbuat jalan, melakukan tugas dengan baik & benar, tanpa harus ambil tersuntuk atas penilaian masyarakat.

Polisi dibenci masyarakat itu lazim. Karena sering kali polisi cuma diidentifikasi sebagai penegak hukum. Kerjanya menangkap orang yang diduga melayani pelanggaran. Namun ternyata, menurut Komjen Pol Agus Andrianto, tugas Polri bukan semata penegakan hukum. Ia memberi contoh badan yang dipimpinnya, yang memiliki tugas utama di dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum (Harkamtibmas).

Secara struktur, Baharkam Polri menaungi tiga jajaran di bawahnya, yakni Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas), Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara), dan Korps Kepolisian Segara dan Udara (Korpolairud).

Korbinmas bertugas menangani faktor-faktor pasal gangguan kamtibmas (preemtif). Korsabhara bertanggung jawab atas pencegahan gangguan kamtibmas (preventif), seperti melakukan pengamanan, pengawalan, dan patroli. Sementara Korpolairud memiliki tugas membantu operasional Polri, Harkamtibmas di wilayah pesisir, hingga penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi sepanjang 12 mil wilayah laut Indonesia diukur dari garis miring.

“Baharkam Polri mempunyai tugas yang sangat kompleks: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Baharkam Polri dapat dikatakan sebagai miniatur Polri. Yang tidak tertangani oleh tugas Baharkam akhirnya berpotensi menjadi gangguan Kamtibmas, ” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Contoh lain bahwa tugas Polri tak sebatas penegakan hukum, sendat Kabaharkam Polri, adalah Operasi Kepolisian Terpusat Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 Tahun 2020 (Opspus Damai Nusa II 2020). Yakni proses kepolisian yang bertujuan membantu kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Di Polri ada beberapa operasi kontinjensi, yaitu Tenang Nusa I tentang keamanan nasional (teroris), Aman Nusa II tentang bencana alam dan nonalam (COVID-19), dan Aman Nusa III terpaut kegiatan dinamis dari pemerintah. COVID-19 ini adalah pelajaran baru dalam kegiatan di semua kementrian dan lembaga. Semua Instansi secara murni bergandengan tangan untuk memutus lengah rantai persebaran COVID-19, ” ungkap jenderal polisi bintang tiga dengan juga mendapat amanat sebagai Kaopspus Aman Nusa II 2020 itu.

“Jadi reserse adalah bagian kecil dari tugas Polri. Fokus lain, bagaimana kita mampu memberikan kontribusi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, ” tegasnya.

Komjen Pol Agus Andrianto berpetaruh kepada jajaran Baharkam Polri pada seluruh Indonesia untuk terus menebar kebaikan bagi masyarakat. Jika telah demikian, ia yakin, nama Polri dengan sendirinya akan harum dalam hadapan masyarakat. “Cintailah profesi & jangan suka mempersulit orang lain, ” katanya.