Data
Mesin Kena Gage, Anies Disebut Sengsarakan Lagi Rakyat Kecil

Mesin Kena Gage, Anies Disebut Sengsarakan Lagi Rakyat Kecil

Jakarta, Akuratnews. com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberlakukan Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) dengan zaman transisi sejak 5 Juni 2020.

Kebijakan yang tertuang dalam Pergub No. 51/2020 tersebut juga mengatur soal sepeda mesin yang masuk dalam aturan langka genap.

Hal ini tertuang dalam pencetus 17 Pergub yang berbunyi: “Kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan pedoman ganjil genap pada kawasan pengendalian lalu lintas”

Dengan adanya peraturan itu, sepeda motor dengan plat genap hanya dapat digunakan pada hari dengan tanggal genap. Sementara sebaliknya, motor dengan plat ganjil bisa digunakan pada hari dengan agenda ganjil.

Terdapat pengecualian dari pasal itu seperti tertulis di pasal 18. Pengecualiaan ini berlaku untuk organ Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, instrumen Pemadam Kebakaran dan Ambulance, organ penolong pada kecelakaan, kendaraan angkutan umum (plat kuning), kendaraan buat kepentingan tertentu menurut pertimbangan mengikuti angkutan roda dua, atau empat berbasis aplikasi yang memenuhi sarana.

Namun, aturan perkara ganjil genap bagi sepeda mesin ini mendapat kritik keras lantaran netizen. Mayoritas menyebut, kebijakan tersebut justru tak berpihak pada kaum kecil yang tengah dilanda genting di tengah wabah Corona itu.

Akun @Sudji Siswanto misalnya. Netizen ini menyebut kebijaksanaan Anies ini menyengsarakan rakyat mungil.

“Hobinya kok nyengsarain rakyat kecil, ” ujar @Sudji Siswanto.

Lalu @Santos yang minta Anies memikirkan nasib rakyat kecil yang semakin terimbas oleh kebijakan ini.

“Saya ini rakyat biasa, keseharian didukung oleh kendaraan roda perut, kenapa mesti dibuat peraturan bagaikan ini. Bagaimana nasib rakyat bila begini… ” cuit @Santos.

“Jangan bikin aturan dengan membuat warganya malah sengsara.. pada tengah situasi yang serba suram seperti ini.. masih aja pada persulit dengan aturan motor kena gage.. ” ujar akun @Diah Juraydah.

“Sepeda pula. Gak adil donk, masa mesin kena ganjil genap, sepeda nggak. Bajaj juga, becak, odong, pedati jualan, ” cuit [email protected] list.

Bagaimana menurut Anda?