Mulyanto: Rancangan Peraturan Menteri ESDM Soal PLTS Masih Sumir

AKURATNEWS – Bagian Komisi VII DPR MENODAI Mulyanto menilai rancangan Sistem Menteri (Permen) ESDM tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap masih kudu disempurnakan.

Menurutnya isi rancangan Permen dengan ada sekarang ini sedang sumir dan berpotensi mudarat PLN. Salah satunya tentang ketentuan harga jual-beli (ekspor-impor) listrik dari pengguna gaya surya ke PLN.

Dalam rancangan kembang gula yang baru itu Menteri ESDM mewajibkan PLN mengambil listrik dari pengguna PLTS Atap setara dengan kehormatan jual listrik PLN ke masyarakat. Besaran harga jual dan beli listrik itu setara 1: 1.

Baca Serupa: PKS Desak Menteri ESDM Tindak Tegas Pengusaha Batubara yang Langgar DMO

Menurut Mulyanto ketentuan ini bagus buat mendorong produksi listrik EBT. Namun kalau yang menikmati regulasi ini pelanggan di wilayah Jawa-Bali-Sumatera yang ekses listrik, apalagi di perumahan mewah di kota gede, maka selain PLN bakal semakin buntung juga mengoyak rasa keadilan.

Surplus listrik makin meningkat, mesin argo TOP (take or pay) makin tinggi, plus PLN harus tukar tambahan selisih ekspor-impor elektrik PLTS sebesar 35 obat jerih tarif.

Karena sekarang ini tarif ekspor-impor= 1: 0. 65. Tengah yang menikmati adalah rumah mewah orang kaya pada kota.

Baca Juga: Mulyanto: PLN Perlu Bangun Pembangkit Sendiri, Jangan Mengandalkan Listrik Preman

“Harusnya dalam aturan tersebut tersedia batasan, misalnya, hanya berlaku di daerah minus elektrik; dan diproduksi oleh lembaga sosial seperti pesantren, institusi pendidikan, rumah sakit dan sejenisnya. Bukan dari vila mewah di kota dengan surplus listrik lagi” ujar Mulyanto dalam Webinar dengan komunitas editor bidang energi, Rabu, 18 Agustus 2021..

“Kalau aturannya seperti itu, maka ketentuan jual-beli listrik PLTS Pondong ini akan lebih positif sasaran, ” sambungnya.

Selanjutnya 1 dua