Pasca Deklarasi, Fokus Langsung Terima Keluhan Warga Depok Soal Pendidikan

AKURATNEWS. COM kepala Pasca deklarasi pada 1 Juni 2021 Forum Koneksi Semesta (Fokus) langsung bisa respons positif dari awak terkait dunia pendidikan pada Depok, Jawa Barat.

Hal itu pasal tidak sedikitnya aduan dengan diterima Fokus pasca keterangan. Aduan dan keluhan masyarakat itu ditampung untuk segera diadvokasi Fokus Depok.

Ketua Umum Pokok Afifah Alia mengatakan kalau pihaknya membuka diri buat pengaduan keluhan sosial kemasyarakatan. Fokus bahkan telah menerima sejumlah aduan terkait urusan pendidikan.

“Jumlahnya terbilang banyak. Dalam utama hari ada sekitar 30 aduan soal ijazah dengan masih tertahan dari pihak sekolah”, ujar Afifah, Kamis, (3/6).

Dia mengatakan, mayoritas aduan datang dari Sekolah Menengah Atas (SLTA) swasta karena buat negeri sudah dibagikan langsung oleh pihak sekolah.

Tak hanya itu, Fokus juga akan lakukan kerja riset dari adanya aduan masyarakat.

“Kerja riset dan advokasi sebagai tindak lanjut sejak pengaduan yang telah masuk dari warga juga hendak kami lakukan selain buka diri atas keluhan warga Depok”, kata Afifah, Rabu, (2/6).

Menurut Afifah, organisasi Fokus sebelumnya juga telah membuka pengaduan atas persoalan penahanan tanda siswa warga Kota Depok.

Aduan awak yang kami yerima, introduksi Afifah, terkait persoalan sekolah negeri maupun swasta. Elok mulai jenjang pendidikan tingkat dasar maupun menengah atas.

“Atas peristiwa ini Fokus Depok melayani aksi kecil untuk membongkar-bongkar solusi bagaimana agar warga miskin yang ditahan ijazahnya bisa mendapatkan ijazahnya, untuk keperluan kelanjutan hidup, berfungsi ataupun melanjutkan pendidikan dengan lebih tinggi”, paparnya.

Terkait itu, Fokus juga telah melakukan pembelaan, baik ke pemerintah tanah air maupun ke pemerintah provinsi. “Kami berterima kasih terhadap respon pemerintah”, ujar Afifah.

Penahanan ijazah lanjut Afifah, adalah satu diantara persoalan yang harus diperhatikan lantaran hal itu mengikat hak warga Kota Depok untuk mendapatkan ijazahnya.

Lantaran itu, Pokok juga telah meminta dan merekomendasikan agar skema bantuan pendidikan juga bisa mengenai langsung kepada warga miskin khususnya di Kota Depok.

“Tujuanya supaya bisa bersekolah dengan tertib dan tidak pusing secara biaya-biaya sehingga tidak lagi mengalami penahanan ijazah”, tandasnya.

Demikian selalu, masih kata Afifah, dengan teknis harus ada SOP yang dibuat. “Sekali sedang kami sampaikan perlu adanya skema bantuan keuangan untuk pendidikan dalam persoalan penahanan ijazah”, pukasnya.