Data
Pelihara Kehormatan Keluarga, GEMPARI: Rangga Meninggal dalam Keadaan Syahid

Pelihara Kehormatan Keluarga, GEMPARI: Rangga Meninggal dalam Keadaan Syahid

Jakarta, Akuratnews. com – Di tengah hiruk pikuk pemberitaan soal penolakan Undang Membangun Kerja, terselip sebuah kabar informasi yang mengusik sisi rasa kemanusiaan.

Urusan yang terjadi di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur nampaknya menggugah hati tentang besarnya mengalami kasih sayang anak pada pokok.

Seorang anak berusia masih sangat muda 9 tahun, rela berjuang mati-matian hingga benar-benar gugur saat menghadapi pria paruh baya demi menyelamatkan ibunda tercinta.

Jumat 9 Oktober 2020, menjadi hari terakhir untuk Rangga, anak berusia 9 tahun menginjakkan kaki di bumi. Dirinya harus gugur di tangan seseorang yang tak memiliki hati yang keji.

Pria keji tersebut memiliki niat jahat hendak memperkosa ibu Rangga. Rangga yang kala itu tengah lelap seketika terbangun karena mendengar suara bisik.

SBH dengan nafsu membabi buta memperkosa ibunda Rangga. Melihat kejadian keji, Rangga pula sontak melawan SBH. Meski tubuhnya kecil, keberanian Rangga tak terbatas.

Ia tak cabar meski sang ibu menyuruhnya untuk lari dari rumah. “Lari nak, ” Nafsu Setan telah menghinggapi diri SBH. Parang yang dia bawa sebelumnya langsung ia bacokan berkali-kali ke tubuh Rangga.

Sungguh pertarungan yang tidak seimbang memang. Parahnya luka memproduksi nyawa Rangga hilang seketika. Namun keberaniannya masih membekas hingga saat ini. Di dunia maya, dongeng Rangga dan ibunya disebut sebagai kisah nyata seorang pahlawan cilik.

Menanggapi kasus itu, Ketua Umum Gerakan Masyarakat Ingat Anak dan Remaja Indonesia (Gempari) Hj. H. Patrika S. A Paturusi S. H. MH yang biasa di panggil Anggie, mengiakan prihatin dengan kejadian tersebut, Ia menyebutkan pelaku wajib diganjar aniaya mati.

Pasalnya menurut wanita yang biasa disapa Anggie ini, apa yang dilakukan karakter adalah sebuah perbuatan keji dengan tak berkemanusiaan.

“GEMPARI sangat prihatin dengan kejadin itu, tak hanya membunuh bocah pada bawah umur, pelaku juga dengan tega memerkosa ibu korban, betul sadis, dimana sisi kemanusiaan rupanya? pelaku wajib dihukum mati” perkataan Anggie saat dihubungi Akuratnews. com, Minggu, (18/10/2020).

Anggie menambahkan, Rangga merupakan sosok bani kecil yang tak kenal takut demi membela kehormatan ibunya. Rangga disebutkan memiliki mental Qur’ani dengan kelak menjadi ahli penghuni surga.

“Rangga mengajarkan bujang di Indonesia tentang arti melindungi kehormatan. Rangga meninggal dalam peristiwa syahid” ucap Anggie.

SBH telah ditetapkan sebagai simpulan. Dia dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 338 jo 340 jo 285 jo 351 ayat 2 KUHPidana dan/atau Pasal 80 UNDANG-UNDANG 35 Tahun 2014 tentang Pelestarian Anak. SBH terancam hukuman beku.