Data
Pemimpin Kelenteng Kwan Sing Bio Menggugat Ditjen Bimas Agama Buddha

Pemimpin Kelenteng Kwan Sing Bio Menggugat Ditjen Bimas Agama Buddha

Jakarta, Akuratnews. com – Babak baru pertengkaran Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur dimulai.

Pengurus kelenteng Kwan Sing Bio bersama kuasa hukumnya mengajukan gugatan terhadap Ditjen Bimas Agama Buddha, Kementerian Agama (Kemenag).

Gugatan tersebut didasari oleh dikeluarkannya Surat Tanda Daftar Rumah Ibadah Buddha yang mengganti status kelenteng Kwan Sing Bio menjadi Vihara.

Dikeluarkannya surat kode daftar rumah ibadah Buddha kepada kelenteng Kwan Sing Bio menerbitkan konflik hingga puncaknya terjadi penggembokan terhadap kelenteng pada tanggal 27 Juli 2020 yang lalu.

“Penggembokan seakan-akan dari saya padahal penggembokan itu adalah sejak pihak sana. Di mana pemimpin mereka itu adalah tidak berlaku. Kelenteng Kwan Sing Bio itu kan umurnya sudah 200 tarikh dan itu adalah kelenteng tidak Vihara, sehingga ketika dikeluarkan tulisan tanda daftar rumah ibadah Buddha, disitulah konfliknya, ” ujar Farida Sulistyani, kuasa hukum pengurus Kelenteng Kwan Sing Bio saat mendaftarkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur, Jumat (11/9).

Farida membaca kronologi peristiwa pengembokan yang terjadi pada 27 Juli lalu. Setelah melakukan sembahyang klenteng dikunci oleh pihak Mardjojo dengan rantai. Apalagi saat digembok masih ada beberapa orang yang sedang berada di dalam klenteng tersebut.

“Penggembokannya jam 9 malam dan baru diketahui pada pagi harinya. Yang kami sayangkan adalah secara penggembokan ini masih ada orang di dalam. Ada tujuh orang, salah satunya asisten kami. Nah itu kan kami sangat penolakan, ” tambah Farida.

Farida menilai, ada keberpihakan sejak Ditjen Binmas Agama Buddha. Selain itu, Farida juga menjelaskan tulisan tanda daftar rumah ibadah Buddha saat dikeluarkan pertama kalinya tidak memiliki stempel Kementerian Agama.

Farida berharap permasalahan ini cepat selesai dan mengimbau segenap pihak untuk ikut melestarikan kelenteng Kwan Sing Bio yang sudah berusia 247 tahun dan ialah kelenteng terbesar di Asia Tenggara ini.

Sebelumnya, Mahkamah Negeri (PN) Tuban, Jawa Timur telah mengabulkan gugatan Bambang Djoko Santoso, Ketua Peribadatan Konghucu dengan juga pengurus demisioner di Wadah Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong, Tuban.

Dalam amar putusan perkara perdata 11/Pdt. G/2020/PN. Tbn tanggal 30 Juli 2020, majelis hakim meminta para tergugat yakni Mardjojo tidak menyelenggarakan pelantikan terhadap susunan pengurus serta penilik periode 2019-2022.