Data
Pradi Sebut Idris Enggan Jalankan Peta Jalan Pemerataan Pembangunan

Pradi Sebut Idris Enggan Jalankan Peta Jalan Pemerataan Pembangunan

Depok, Akuratnews. com – Calon Wali Kota Depok daripada Paslon 1 Pilkada Depok tarikh 2020 Pradi Supriatna menyebut Idris enggan menjalankan peta jalan pemerataan pembangunan yang sudah ada semenjak tahun 2003 lalu saat menjabat sebagai Wali Kota Depok.

“Sudah saya sampaikan ke Pak Idris, tapi nampaknya tawaran saya dicoret oleh beliau. Ini persoalan buat kita, ” ungkap Pradi dalam debat pertama Pilwalkot Depok, Minggu, (22/11/2020).

Hal itu terungkap pada debat saat calon Wakil Wali Kota Afifah Alia menyindir pembangunan Tanah air Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota M. Idris hanya berfokus di Jalan  Margonda.

Dikatakan Afifah, pembangunan yang terpusat di Margonda itu membuat disparitas. Akibatnya, daerah lainnya tidak dibangun secara baik.

Margonda, kata Afifah, panjangnya tidak datang 5 kilometer, ada 8 kondominium, 4 mal, apartemen 20 tower. Semua pusat ekonomi hanya tersedia di Margonda.

“Ini diakibatkan Pemkot Depok tidak berhasil membangun jalan-jalan di sekitarnya, ” kata Afifah dalam Debat Pilwalkot Depok.

Pernyataan tersebut langsung dibantah Calon Wakil Pemangku Kota Depok dari PKS, Pemimpin Budi Hartono. Imam menyindir Pradi dan Afifah tak pernah jalan-jalan ke Depok.

“Paslon nomor 1 belum jalan-jalan ke Depok. Bojong Sari sudah ramai, Cinere sudah ramai, jadi tidak Margonda-sentris saja, ” ucap Imam.

Imam menyebut telah ada pembangunan tol di kira-kira Depok. Jalan itu disebut bakal menghubungkan daerah-daerah di Depok.

Lantaran itu, ia serta Idris akan menganggarkan Rp5 miliar per kelurahan. Dengan anggaran itu, kata dia, 63 kelurahan pada Depok dapat meningkatkan pembangunan di daerah masing-masing.

Dalam sisi lain, Pradi-Afifah menyampaikan hendak meratakan pembangunan di daerah selain Margonda. Mereka akan membangun bulevar di daerah Sawangan agar pendirian bergerak ke sisi lain Depok.