Saksi Pelapor Tidak Hadir, Pengacara Arwan Koty: Perkara Ini Telah Diseting

Jakarta, Akuratnews.com – Sidang perkara pengusaha Arwan Koty yang dilaporkan balik oleh PT Indotruck Utama terkait laporan palsu masih dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi, pada Rabu 1 April 2021.

Pada jadwalnya, sidang lanjutan itu mendengar keterangan dari saksi pelapor dugaan kriminalisasi terhadap Arwan Koty. Namun harus dtunda karena yang bersangkutan mangkir dari panggilan persidangan.

“Tidak hadirnya saksi pelapor Bambang Prijono selaku direktur PT Indotruck Utama dalam persidangan, Saya menilai bahwa perkara pidana ini telah diseting sedemikian rupa, Hal tersebut sengaja diciptakan untuk mengkriminalisasi Klien kami (Arwan Koty).”ujar penasihat hukum Arwan Koty.

Arwana Koty duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas dilaporkan balik yang diduga dilakukan oleh direktur sebuah anak perusahaannya raksasa yakni PT Indotruck Utama atas dugaan laporan palsu sebagaimana yang diatur dalam pasal 220 KUHP. “Hal tersebut dikatakan oleh Aris Toteles SH kepada wartawan.

Penasihat hukum Arwan Koty tersebut juga menilai, Bahwa perkara pidana yang dialami Arwan Koty seakan dipaksakan, Dari proses pemeriksaan hingga pembacaan Dakwaan diduga telah ada yang mengatur,”ujarnya.

“perkara pidana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap klien kami sebenarnya perkara pidana yang tidak seharusnya di sidangkan, Namun karena perkara ini diduga telah diatur, maka perkara pidana dapat disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini.

Dari mulai Penyidikan, Pembacaan Dakwaan serta proses jalanya persidangan saat ini, Saya menilai Banyak sekali kejanggalan kejanggalan terjadi, Seperti tidak dijadikanNya, Asun, M.Sofiaansyah, Anthony Wijaya dan Henry Joedo Manurung sebagai saksi-saksi.

Semestinya ke 4 orang itu dijadikan saksi saat proses pemeriksaan hingga di persidangan, Sebab Asun, M.Sofiaansyah, Anthony Wijaya dan Henry Joedo Manurung kerap disebut-sebut oleh pihak PT Indotruck Utama didalam sidang pidana ini, Maupun saat persidangan Gugatan wanprestasi yang dimohonkan oleh klien kami Arwan Koty di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan Nomor perkara No.181/Pdt.G/2020.

Nama-nama ke 4 orang tersebut kerap disebut sebut, Namun orang orang itu tidak pernah ditampilkan di persidangan,

Dalam surat Dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum beberapa waktu lalu juga diduga terdapat kejanggalan, Munculnya pasal 317 KUHP yang diduga untuk melapisi pasal 220 KUHP tentang laporan dan atau pengaduan palsu. Munculnya pasal tersebut, saya menilai bahwa Arwan Koty telah dijadikan korban kriminalisasi, ‘ujar Aris Toteles SH kepada para wartawan.