Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Tertibkan Tempat Makan dan Hiburan Malam Di Medan

Medan, Akuratnews. com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumut berangkat menertibkan tempat-tempat makan/minum dan hiburan malam, yang dinilai melanggar jam operasi, Kamis (20/5) malam. Hal itu sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188. 54/14/INST/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Kelompok (PKM) dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengeluarkan instruksi tersebut bertugas menyikapi terjadinya peningkatan peristiwa Covid-19 di Sumut. Wadah makan/minum dan hiburan malam menjadi sasaran utama sebab dinilai rentan terjadi pengingkaran Protokol Kesehatan (Prokes) di skala yang cukup tumbuh.

“Ini bertemu dengan instruksi gubernur, kita mulai tertibkan tempat santap, minum dan hiburan malam terutama di Mebidang (Medan-Binjai-Deliserdang), ” kata Koordinator Pengelola Monitoring Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Kolonel Kav Munzir Iliyas, usai Apel Melangsungkan Pasukan di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja KM 10, 5, Medan.

Pada operasi pertama kali ini ada sembilan tempat yang menjadi sasaran, antara lain Cafe Town, Cafe Century, Cafe Permata, Cafe Ratu, Cafe Fitnes, Cafe Rileks, Cafe Gasken, tempat makan SOP Buntut, dan Masa Kupie. Tempat-tempat ini diberi peringatan untuk mematuhi jam operasional sesuai dengan titah Gubernur Nomor 188. 54/14/INST/2021.

“Tempat dahar dan minum itu dibatasi hingga pukul 21: 00 WIB, jadi yang melewati kita tindak, ” nyata Munzir.

Berdiam ini akan berlangsung hingga 31 Mei mendatang sebati dengan Instruksi Gubernur Bagian 188. 54/14/INST/2021. Setelah itu, Satgas akan mengevaluasi balik kebijakan tersebut.

“Kita akan operasi di setiap hari bersama kurang lebih 105 personel yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Sumut dan Satpol PP. Oleh karena itu, kita harapkan masyarakat mengetahui, terutama pengusaha untuk mengindahkan ketentuan yang ada dalam Instruksi Gubernur tersebut, ” tegas Munzir.

Yusni, salah satu pemilik usaha cafe mengaku belum mengetahui ketentuan di Petunjuk Gubernur tersebut. Dia berniat ada kelonggaran, karena jam-jam tersebut tempat usahanya cukup ramai.

“Belum tahu Bang, kalau mampu buka cuma sampai tanda 9 malam, baru tahu inilah. Itu kan jam-jam lagi ramai-ramainya, tahu-tahu pegari petugas. Kami harap ya ada kelonggaranlah, misalnya tamunya dibatasi sampe 50% selalu, biar bisa jaga jeda, jangan disuruh tutup jam 9, ” kata Yusni.