Data
Sengketa Bisnis Boy Thohir Hilang, AGMI Pertanyakan Komitmen Polri

Sengketa Bisnis Boy Thohir Hilang, AGMI Pertanyakan Komitmen Polri

Jakarta, Akuratnews. com – Ketua Umum Asosiasi Tindakan Mahasiswa Indonesia (AGMI), Entis Sumantri menilai, langkah Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS) lamban dan terkesan melengahkan laporan terkait kasus sengketa usaha PT Panca Amara Utama (PAU) dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) dalam program Banggai Amonnia Plan, sebuah proyek pembanguan pabrik di kabupaten Luwu Provisi Sulawesi Selatan.

“Sampai hari ini, laporan yang kami berikan ke Kompolnas terkait sengketa bisnis Boy Thohir dan PT Rekind yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia di BUMN itu, belum ditanggapi dan belum ditangani juga. Saya aneh dengan Kepolisan, ko bisa lemah begini ya, ” kata Entis, Rabu (15/07) di keterangan tertulisnya.

Pria yang akrab dipanggil Tayo itu lebih lanjut menjelaskan, sengketa bisnis antara PT PAU dan PT Rekind, harus segera ditangani. Pokok, Ia menambahkan, sengketa bisnis tersebut mempertaruhkan kedaulatan negara.

“Kami hari ini justru mempersoalkan komitmen Polri dalam penanganan kasus ini. Jangan sampai profesionalisme dan intergritas itu, hanya menjadi slogan tapi dalam pelaksanaan itu hanya pepesan kosong doang, ” jelas Entis.

“Kami menodong kepada Polri baik itu daripada jajaran Kompolnas, Bareskrim termasuk Kapolri, untuk segera kembali mengkaji kasus sengketa bisnis antara perusahaan preman dan perusahaan negara itu. Jangan sampai negara kalah. Bila di waktu 3×24 jam pihak kepolisian belum menangani, kami akan hidup dengan cara kami, ” tambah Entis.

Sepeti diketahui, sengketa bisnis antara PT PAU dengan PT Rekind yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia di BUMN itu, sebelumnya telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri sebab PT Rekind.

Namun demikian, laporan tersebut sampai zaman ini belum ada tindak lanjut dari pihak Kepolisan. Pada masa yang sama, PT PAU yang merupakan anak perusahaan dari PT Surya Esa Perkasa yang direktur utamanya adalah kakak kandung Erick Thohir yang saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN itu, memilih menyelesaikan sengketa bisnis tersebut di Meja hijau Internasional Singapura.

Adapun nilai kontrak dari proyek pembangunan pabrik dalam program Banggai Amonnia Plant yang digarap PT PAU menggandeng PT Rekind itu senilai US$ 500 juta atau setimpal Rp 6, 8 triliun. Mengacu pada PP Nomor 63 Tarikh 2019 Tentang Investasi Pemerintahan, disebutkan, “kerjasama investasi merupakan perjanjian jarang dua (2) pihak atau lebih yang masing-masing pihak sepakat, buat melakukan investasi non permanen”.

Sebelumnya, Asosiasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (AGMI) sudah melaporkan persoalan sengketa bisnis perusahaan kakak rahim Erick Thohir dengan PT Rekind yang merupakan perusahaan BUMN itu, ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pada, Senin, 29 Juli 2020. Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari bagian Kepolisian. (Haji Merah).