Sudah Lapor APH, LHI Beberkan Dugaan Kasus Korupsi di Soppeng

AKURATNEWS kepala Ketua Umum Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (AMJI-RI), Arham MS membeberkan sejumlah proyek pengadaan bahan dan jasa (PJB) dengan diduga terdapat penyimpangan pada proses pelaksanaan, termasuk permasalahan yang menuai sorotan jemaah di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

“Kasus dugaan korupsi di Soppeng menjadi fokus penelusuran para-para jurnalis yang tergabung pada organisasi pers AMJI-RI. Bahkan kami memiliki sejumlah catatan kasus yang sudah diketahui publik, dan sebahagian telah dalam proses penanganan APH, ” ungkap Arham dalam Sekretariat AMJI-RI, Jalan Samudera, Soppeng, Selasa (18/5/2021).

Arham menyebut, sejumlah kasus yang menjadi perhatian dan bahan advokasi LHI dan AMJI-RI diantaranya permasalahan klaim kepemilikan tanah puluhan hektar Pemkab Soppeng dalam Desa Tinco, pengawasan kesibukan usaha pertambangan yang diduga tak berizin atau gelap, dan proyek rehabilitasi kawasan irigasi yang menelan anggaran Rp17 miliar.

Selain itu, juga ada kasus suket Covid-19 tiruan, pengadaan almatkes untuk pengerjaan Covid-19 di UPTD Labkesda, kasus proyek pembangunan pasar Cabbenge, dan pembangunan akses jalan Barru-Kawasan Lejja.

“Sebagian sudah dilaporkan dan akan terus pada kawal prosesnya, ” perkataan Arham yang juga sebagai Ketua Umum LAK-HAM INDONESIA (LHI).

Dimomen lebaran ini kata Arham, kami berharap kepada Alat Penegak Hukum (APH) agar kasus yang sudah dilaporkan mendapatkan kejelasan hukum & melalui hikmah Ramadan mampu berbekas pada diri semesta umat Islam, khususnya kepada para pejabat penyelenggara tadbir.

“Puasa melatih diri kita untuk membekukan hawa nafsu, menahan diri melakukan maksiat. Semoga setelah kamar Ramadan ini kita mampu menahan diri, menahan hawa nafsu duniawi untuk tak mengambil yang bukan sah atau tidak melakukan manipulasi, ” pungkasnya. ***