Upah A DPRD Surabaya Sidak Proyek Trans Icon

Surabaya, Akuratnews. com – Buntut menghindarnya pihak Trans Icon saat kerap hearing di Komisi A DPRD Kota Surabaya senin lalu (30/8). Komisi A lakukan sidak ke letak pembangunan Trans Icon, dengan berada di jalan A. Yani, persisnya di sepotong utara Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Dengan nada bicara yang tegas, Bumi Ayu Krishna, Ketua Bayaran A DPRD Kota Surabaya, tampak marah dengan tabiat Walk Out (WO) yang dilakukan oleh pihak Mabuk Icon saat hearing di DPRD Surabaya.

“Tunggu sampai kita buka rapat sedang, kan saya cuma sejumlah cuma di skors (tunda sementara waktu) rapat tersebut. Sudah mau bangel-bangelan, ya ayo tarung! kita semua yang ada duduk disini ini petarung semua, tarungnya untuk bela masyarakat, ” ujarnya, sambil menunjuj-nunjuk ke arah perwakilan Trans Icon, pada Rabu (1/9/2021).

Tutur tyang dilakukan di Galery Trans atau kantor marketing Trans Icon, diikuti oleh warga RT 01 RW 02 Kelurahan Menanggal serta RT 2 RW 1, Kelurahan Gayungan, Kecamatan Gayungan, beserta jajaran Komisi A DPRD Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol-PP, & pihak Trans Icon dengan diwakili oleh kontraktor, Total Bangun Persada, tampak memanas.

Camelia Habiba, Sekretaris Persen A menanyakan ke bagian DLH, terkait terjadinya penurunan kualitas udara, air sama dengan dialami oleh warga.

“Bagaimana DLH ketika rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan DLH ternyata cuma indah di kertas, tapi tidak di lapangan(kenyataannya), DLH siap mencabut rekomendasi ya?, ” tanya Habiba secara menunjukan surat pernyataan sebab pihak Trans Icon ke pihak DLH.

Teguh Sumardiono, staf perijinan analisis menerjang dampak lingkungan (AMDAL) DLH menjawab dengan lugas, bahwasannya pihak DLH siap mencabut ijin perijinan berupa rekomendasi yang diberikan ke pihak Trans Icon atau kontraktor.

“Kami siap mencabut rekomendasi dan melakukan pengawasan dan kalau ada pelanggar-pelanggaran dengan melanggar ini, kita mampu itu bu (mencabut ijin), ” ujarnya, menjawab pertanyaan Habiba.

Dalam rapat itupun, pihak Trans Icon dengan di wakili pihak kontraktor, hanya bisa diam minus membalas pernyataan dan pertanyaan, baik dari warga maupun DPRD Surabaya kepada pihaknya.